-->

Breaking

logo

29 Maret 2022

Bela Megawati Soal Minyak Goreng, M Qodari: Sebuah Terobosan Berpikir Luar Biasa, Sangat Visioner!

Bela Megawati Soal Minyak Goreng, M Qodari: Sebuah Terobosan Berpikir Luar Biasa, Sangat Visioner!

Bela Megawati Soal Minyak Goreng, M Qodari: Sebuah Terobosan Berpikir Luar Biasa, Sangat Visioner!

DEMOCRAZY.ID - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengapresiasi usulan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri agar masyarakat (ibu-ibu) tidak bergantung pada minyak goreng saat memasak karena ada cara lain tanpa harus menggunakan minyak goreng seperti merebus, membakar hingga mengukus makanan. 


Menurut Qodari, usulan yang disampaikan Megawati sangat visioner dari seorang pemimpin, meski usulan tersebut dikritik atau usulan itu tidak populer. 


“Saya mengatakan justru itu komunikasi politik yang tepat ya, karena seorang pemimpin itu harus mengatakan sesuatu yang benar walau itu tidak populer. Bu Mega menunjukkan komunikasi politik yang berani, dia seorang pemimpin yang punya visi yang benar,” kata M  Qodari kepada wartawan, Senin (28/3).


Menurut Qodari, dalam dunia kesehatan dianjurkan untuk mengurangi masakan digoreng, karena kolesterol berbahaya bagi kesehatan. 


Untuk itu, usulan Presiden kelima Indonesia itu sangat tepat, hingga kebiasaan minyak goreng dijadikan sembako perlu dihilangkan ke depan. 


“Megawati pasti memahami betul cara masak yang sehat karena dia seorang perempuan dan ibu,” ujar Qodari.


Doktor Ilmu Politik jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menolak anggapan dari salah satu pengamat yang menilai pernyataan Megawati komunikasi yang ceroboh dan tidak sensitif pada situasi sulit masyarakat akibat krisis minyak goreng. 


“Semua ahli kesehatan akan mengatakan merebus itu lebih sehat dari menggoreng. Jadi, memang Bu Mega itu benar dan dia (pengamat) salah menilai komunikasi Bu Mega bermasalah. Itu justru terobosan berpikir dari Bu Mega, keluar dari salah kaprah yang ada selama ini dan itu nilai relevansinya luar biasa karena Bu Mega kan seorang wanita, seorang ibu juga,” ucapnya.


Jadi, menurut Qodari, kalau seorang ibu mengatakan itu maka relevansinya tinggi sekali.


“Ingat, Ibu Mega itu seorang ketua partai tetapi dia itu seorang perempuan juga. Jadi, kita saatnya sudah harus berpikir bahwa minyak goreng itu jangan dijadikan sembako,” ujar Qodari. 


Qodari juga mendorong agar PDIP menggelar festival memasak tanpa menggunakan minyak goreng di seluruh Indonesia sesuai budaya masing-masing daerah. 


Masakan dengan cara merebus, memanggang dan mengukus banyak di Indonesia, misalnya pepes ikan di Kalimantan atau bakar ikan di Sulawesi. 


“Mendorong PDIP membuat festival masakan sehat, di mana merebus dan mengukus menjadi instrumen dalam memasak makanan yang enak dan relevan untuk masyarakat Indonesia. 


Justru dalam situasi krisis itu seorang pemimpin harus mempunyai terobosan dan visi yang visioner,” jelasnya. 


Lebih jauh Qodari mengatakan Megawati seakan mau membangun kesadaran masyarakat Indonesia bahwa tanpa minyak goreng pun bisa memasak masakan enak. 


Lebih lanjut, Qodari menilai usulan Megawati itu sengaja digiring oleh pihak-pihak tertentu agar terkesan negatif, karena momentumnya saat minyak goreng yang langka. 


Padahal, usulan tersebut sangat visioner dan tepat dari seorang pemimpin. 


“Membangun kesadaran itu momentumnya, ya, sekarang ini. Kalau enggak ada krisis minyak goreng, omongan kayak gitu enggak ada gemanya, enggak viral. Itu kan komunikasi politik yang cerdas karena imbauan mengukus dan tidak menggoreng itu dilakukan di saat terjadi kelangkaan minyak goreng,” ungkapnya. 


Qodari juga menegaskan usulan Megawati ini juga sebagai aksi perlawanan kepada para mafia minyak goreng di Indonesia. 


Sebab, saat masyarakat memasak tanpa minyak goreng yakni merebus, mengukus dan membakar maka dipastikan para mafia itu akan bangkrut.


“Sebetulnya, Bu Mega itu sedang mengajak kita melawan para mafia minyak goreng. Mafia minyak goreng ini kan muncul akibat ketergantungan masyarakat pada minyak goreng,” kata Qodari. 


Menurut Qodari, kalau kita tidak ada ketergantungan pada minyak goreng maka mafia dengan sendirinya akan hilang terpukul. 


“(Itu) cara cerdas dan permanen melawan mafia minyak goreng,” ujar Qodari. [Democrazy/jpnn]