-->

Breaking

logo

12 Maret 2022

Bela Dokter Sunardi, Gus Nur Sumpahi Yang Mendzalimi Kena Azab: Rezim Jahat, Sibuk Fitnah dan Bunuh Rakyat!

Bela Dokter Sunardi, Gus Nur Sumpahi Yang Mendzalimi Kena Azab: Rezim Jahat, Sibuk Fitnah dan Bunuh Rakyat!

Bela Dokter Sunardi, Gus Nur Sumpahi Yang Mendzalimi Kena Azab: Rezim Jahat, Sibuk Fitnah dan Bunuh Rakyat!

DEMOCRAZY.ID - Penceramah kontroversial, yakni Sugi Nur Raharja atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Nur, turut buka suara terkait penembakan mati dr. Sunardi oleh Densus 88. 


Gus Nur pun membela dr. Sunardi dan bersaksi bahwa sosoknya adalah orang baik sehingga ia pun menyumpahi orang-orang yang menzalimi almarhum agar terkena azab. 


Tak tanggung-tanggung, bahkan menurut Gus Nur, justru rezimlah yang sebenarnya jahat dan radikal karena sibuk memfitnah serta membunuh rakyat.


Ia lantas mengaku heran begitu mendengar kabar dr. Sunardi ditembak mati oleh Densus 88 dan langsung mencari informasi jelek terkait terorisme di internet soal sang dokter. 


“Saya cari berita seharian gedung mana yang dibom, sekolahan mana, gereja mana yang di bom. Korban yang sudah dibunuh, saya cari, enggak nemu tuh!” ungkap Gus Nur dalam kanal YouTube Gus Nur 13 Official, dikutip pada Sabtu, 12 Maret 2022.


“Yang ada, dr. Sunardi aktivis kemanusiaan, penulis buku berfaedah, dokter yang gratiskan pasiennya, stroke ringan, jalan saja enggak bisa, susah.” 


Oleh karena itu, Gus Nur pun berani bersaksi atas nama Allah bahwa dr. Sunardi memang merupakan orang baik. 


“Dokter Sunardi itu orang baik, saya bersaksi. Siapa pun yang menzalimi, Engkau hancurkan sehancur-hancurnya ya Allah! Azab seazab-azabnya, termasuk yang mendukung, siapa pun dia!”


Dalam pikiran Gus Nur, apakah penembakan dr. Sunardi adalah bagian skenario pengalihan isu kelangkaan minyak goreng? 


“Apa bermaksud menutupi isu langka minyak goreng ya? Saya enggak ngerti segitunya-segitunya. Saya bersaksi dokter Sunardi itu orang baik,” paparnya.


“Rezimnya yang jahat, tidak baik. Rezimnya yang teroris radikal, rezimnya yang bikin rakyat susah antri minyak goreng,” kesalnya. 


“Rezimnya sibuk fitnah rakyat, membunuh rakyat, menangkapi rakyatnya. Hanya bisa jualan radikal, enggak punya jualan lain!” [Democrazy/terkini]