-->

Breaking

logo

13 Maret 2022

Banyak Warga Yang Belanja Minyak Goreng Kayak Orang Panik, Mendag Lutfi: Egois!

Banyak Warga Yang Belanja Minyak Goreng Kayak Orang Panik, Mendag Lutfi: Egois!

Banyak Warga Yang Belanja Minyak Goreng Kayak Orang Panik, Mendag Lutfi: Egois!

DEMOCRAZY.ID - Menyikapi kelangkaan minyak goreng di pasaran, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengimbau masyarakat tak perlu membeli seperti orang panik.


"Saya imbau masyarakat tidak perlu panic buying. Beli secukupnya. Kalau kebutuhan biasanya order dua pouch empat liter untuk satu rumah, ya tidak usah beli sampai dua bahkan tiga karton," ujar Lutfi, Jumat (11/3/2022) silam.


Lutfi juga terus berjanji akan menindaki penimbun minyak goreng yang mengakibatkan harga bergejolak di tengah surplusnya pasokan daerah.


"Pemerintah saat ini terus mendorong pemerataan distribusi minyak goreng di seluruh Indonesia mengingat pasokan minyak goreng sebenarnya sudah cukup melimpah," ucap Lutfi.


Menurut Lutfi, tindakan "panic buying" merupakan sikap egois yang tidak memikirkan masyarakat lain yang juga membutuhkan minyak goreng.


Lutfi menilai "panic buying" akan memberikan dampak negatif dalam upaya pemerintah menjaga ketersediaan minyak goreng di pasaran.


Lutfi menyebut "panic buying" akan membuat produksi dan distribusi minyak goreng terus terasa kurang di pasaran.


"Bagaimana pun juga, kapasitas produksi minyak goreng kan terbatas dan tidak sebanding dengan pembelian masyarakat, apalagi kalau panic buying yang akan mengambil banyak stok di pasar," ungkap Lutfi.


Lutfi menyampaikan sejumlah kemungkinan yang menjadi penyebab kelangkaan minyak goreng di pasaran, seperti kebocoran untuk industri yang kemudian dijual dengan harga tidak sesuai patokan pemerintah dan adanya penyelundupan dari sejumlah oknum.


Mendag mengaku, kelangkaan minyak goreng sangat ironis, mengingat ketersediaan minyak goreng, namun tak terlihat di pasaran karena adanya penimbunan yang dilakukan oknum.


"Hasil timbunan itu bahkan dijual ke luar negeri dengan harga yang berlaku di tingkat global, ini sudah melanggar hukum," kata Lutfi. [Democrazy/era]