-->

Breaking

logo

17 Maret 2022

Anwar Abbas Heran Dengan Yaqut: Ngakunya Menteri Semua Agama, Tapi Kenapa Hanya Islam Yang Direcokin?!

Anwar Abbas Heran Dengan Yaqut: Ngakunya Menteri Semua Agama, Tapi Kenapa Hanya Islam Yang Direcokin?!

Anwar Abbas Heran Dengan Yaqut: Ngakunya Menteri Semua Agama, Tapi Kenapa Hanya Islam Yang Dia Recokin?!

DEMOCRAZY.ID - Wakil Ketua Majelis Ulama (MUI) Buya Anwar Abbas mengaku heran dengan kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 


Padahal kata Anwar Abbas, Yaqut pernah mengklaim sebagai Menteri semua agama. Tetapi kebijakannya selalu menyinggung umat Islam. 


"Saya agak bingung juga dengan  menteri agama yang sekarang ini. Dia menyatakan saya adalah menteri dari agama-agama yang ada," ujar Buya Anwar dikuti Chanel YouTube Karni Ilyas Club, Kamis 17 Maret 2022.


"Tapi kenapa yang diurus hanya yang Islam saja. Yang direcokin gitu ya," sambungnya. 


Dia mengatakan, sampai sering bertanya tentang sosok Yaqut ini. Sebab kebijakannya selalu jadi kontroversi dan buat gaduh.


"Saya jadi tanda tanya juga. Ini siapa sebenarnya menteri agama yang sekarang ini. Jadi tanda tanya buat saya. Dan setiap kebijakan yang dia buat mengundang kontroversi. Sehingga gaduh," kata Buya Anwar. 


Padahal menurutnya, kebijakan pemerintah itu harus mempertimbangkan reaksi publik. Jangan sampai terjadi kegaduhan. 


"Menurut saya ya. Sebuah negeri itu tidak akan bisa tumbuh dan berkembang secara baik. Kalau negeri itu gaduh," katanya. 


"Menurut Ibnu Chaldum, satu negara akan maju, jika kohesifitas di antara bangsa itu kuat.  Jadi ngga gaduh," sambungnya. 


"Jadi seandainya seperti ini terus , bangsa ini tidak akan menjadi bangsa yang maju dan kuat. Karena waktunya tersita dalam memperdebatkan hal-hal seperti ini," tuturnya. 


Kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang membuat kontroversi diantaranya larangan penggunaan Toa Masjid berlebihan. 


Kemudian pernyataannya yang menganalogikan gonggongan anjing dengan suara Toa Masjid. 


Yang terakhir, logo halal dari MUI diganti dengan logo berlambang Gunungan Wayang. [Democrazy/fin]