-->

Breaking

logo

17 Maret 2022

Anggota DPR Semprot Mendag Lutfi Soal Minyak Goreng Langka: Kami Malu Sama Rakyat!

Anggota DPR Semprot Mendag Lutfi Soal Minyak Goreng Langka: Kami Malu Sama Rakyat!

Anggota DPR Semprot Mendag Lutfi Soal Minyak Goreng Langka: Kami Malu Sama Rakyat!

DEMOCRAZY.ID - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Mufti Anam menyampaikan kekesalannya ke Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi soal minyak goreng langka. 


Dia menyebut Lutfi membuat anggota DPR malu di hadapan rakyat karena minyak goreng tak ada di pasar.


Mufti awalnya bicara soal Lutfi yang menyebut kelangkaan minyak goreng dipicu pembelian akibat panik atau panic buying yang dilakukan warga. 


Mufti mempertanyakan ucapan Lutfi yang menyebut stok minyak goreng HET kosong, padahal Lutfi mengeluarkan aturan harga eceran tertinggi minyak goreng Rp 14 ribu.


"Pak Menteri menyampaikan panic buying, gimana kita tidak panic buying, barangnya tidak ada, Pak. Mau beli nggak ada uangnya. Bapak seenaknya sendiri ngomong di media, 'oh yang HET nggak ada tapi yang mahal ada'. Bapak menelan ludah sendiri, bikin aturan HET Rp 14 ribu tapi nggak ada barangnya," kata Mufti Anam dalam rapat kerja dengan Kementerian Perdagangan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/3/2022).


"Malu kami sama rakyat, kita seperti DPR nggak ada artinya di depan konstituen kami," ujar Mufti.


Dia menilai Lutfi tak mampu menangani persoalan minyak goreng hingga membuat Presiden RI Joko Widodo turun tangan. 


Padahal, katanya, menteri harus membantu presiden menuntaskan masalah, bukan menambah beban.


"Pak Menteri tahu nggak, Pak Menteri jadi menteri ini sebagai pembantu presiden. Jangan jadi merepotkan presiden," ujarnya.


"Kemarin beliau turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Beliau kemarin datang ke Alfamart, Indomaret, kosong nggak ada barang. Jadi harapan kami Pak Menteri tidak merepotkan presiden dengan hal ini," sambungnya.


Dia kemudian menanyakan Lutfi soal penerapan HET minyak goreng sebesar Rp 14 ribu. 


Diketahui, Kementerian Perdagangan per 16 Maret 2022 menerbitkan Permendag Nomor 11 Tahun 2022 yang mencabut HET.


"Bapak tahu, menurut Pak Menteri harga Rp 14 ribu akan terlaksana dan kapan? Pak Menteri janji tiga kali di forum ini tapi semua tidak ada terpenuhi. Kami ingin tanya dalam forum ini, kalau perlu ditulis di rapat, harga curah Rp 14 ribu ini sampai kapan terwujud?" ujar dia.


Dia menyebut rakyat menjerit karena harga minyak goreng mahal. 


Menurutnya, harga minyak goreng curah mencapai Rp 30 ribu per liter di dapilnya.


"Rakyat menjerit di medsos jangankan minyak kemasan, minyak curah Rp 30 ribu di dapil saya satu liter. Saya ingin komitmen Bapak, bagaimana mekanisme minyak goreng? Menteri yang dulu bisa menyelesaikan masa kita nggak bisa," katanya. [Democrazy/dtk]