-->

Breaking

logo

26 Februari 2022

Survei: Meski Puas Atas Jokowi, Publik Masih Merasa Kehidupan Ekonominya Sulit

Survei: Meski Puas Atas Jokowi, Publik Masih Merasa Kehidupan Ekonominya Sulit

Survei: Meski Puas Atas Jokowi, Publik Masih Merasa Kehidupan Ekonominya Sulit

DEMOCRAZY.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengungkapkan, meskipun kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) terbilang tinggi. 


Namun, masyarakat masih menanggap kehidupan ekonominya sulit.


Fakta tersebut diungkap Dedi dari temuan surveinya saat menanyakan ihwal situasi atau kondisi yang dirasakan oleh masyarakat, dalam konteks ekonomi dan kesejahteraan. 


Dia menyebut mereka yang menyatakan sulit di angka 57 persen.


"Jadi ada semacam kontra itu begini, masyarakat menyatakan kondisinya sulit, terutama kehidupan ekonominya, tetapi ketika ditanya apakah puas dengan kinerja pemerintah itu juga menyatakan puas," kata Dedi dalam diskusi MNC Trijaya Network, Sabtu (26/2/2022).


Padahal, kata dia, survei ini dilakukan bersamaan dengan beberapa kebijakan pemerintah yang ramai disoroti publik seperti; adanya polemik di kebijakan JHT, BPJS, peningkatan harga keberangkatan haji, serta kelangkaan kebutuhan pokok.


"Asumsi saya besar kemungkinan ini karena adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan pemerintah yang tentu menonjol, salah satunya berkaitan dengan infrastruktur yang terus digaungkan Presiden Joko Widodo, termasuk juga bagaimana Mandalika mulai beroperasi, ini mau tidak mau menimbulkan satu kebanggaan, sekaligus menciptakan opini yang positif bagi pemerintah," ujarnya.


Survei IPO dilakukan pada periode 15-22 Februari 2022. 


Wawancara penelitian ini dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden.


Dari total populasi tersebut terdapat 7.200 responden yang memungkinkan untuk menjadi responden hingga terambil secara acak sejumlah 1.220 responden yang dijadikan informan dalam penelitian periode ini.


Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2.90%, dengan tingkat akurasi data 95%. 


Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat. [Democrazy/oke]