-->

Breaking

logo

27 Februari 2022

Panas! FBR Sebut Yaqut Tak Layak Jadi Menteri, Pejabat Kemenag Ngamuk: Saya Ingatkan, Bukan Kamu Yang Menilai!

Panas! FBR Sebut Yaqut Tak Layak Jadi Menteri, Pejabat Kemenag Ngamuk: Saya Ingatkan, Bukan Kamu Yang Menilai!

Panas! FBR Sebut Yaqut Tak Layak Jadi Menteri, Pejabat Kemenag Ngamuk: Saya Ingatkan, Bukan Kamu Yang Menilai!



DEMOCRAZY.ID - Beredar video perwakilan Forum Betawi Rempug (FBR) digertak oleh pejabat Kementerian Agama (Kemenag).


Ini terjadi saat perwakilan FBR diterima oleh pejabat Kemenag saat mereka melakukan aksi unjukrasa di Kantor Kemenag Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2022) lalu. 


Salah satu perwakilan FBR dengan lantang menyebut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak layak jadi menteri. 


Video berdurasi 1 menit 44 detik itu kini beredar di media sosial. 


Dalam rekaman video yang dilihat pada Minggu (27/2/2022), terlihat ada 6 orang perwakilan FBR yang diterima di gedung Kemenag. 


Dari Kemenag hanya diwakili satu pejabat saja. Belum diketahui siapa nama pejabat Kemenag tersebut.


Mereka duduk di sofa di salah satu ruangan kantor Kemenag. Dari 6 orang perwakilan FBR itu, seseorang berbaju merah ditunjuk sebagai juru bicara. 


"Nah mungkin bapak sebagai salah satu bawahan menteri yang menurut saya itu tidak layak untuk menjadi menteri, bapak tolong sampaikan. Sebenernya...," ujar laki-laki berbaju merah tersebut. 


"Bang tolong abang tarik ucapan abang itu dulu," potong pejabat Kemenag itu. 


"Mohon izin bang," kata orang berbaju merah tadi.


"Bukan abang yang menilai menteri siapapun. Saya ingatkan ya, bukan abang yang menilai. Hargai saya. Saya bilang tarik. Bukan abang yang menilai itu. Tolong turunkan tensi abang," tegas pejabat Kemenag itu.


"Bang mohon maaf ya bang ya...mau abang bilang saya itu seperti apa," lanjutnya. 


Dipotong lagi oleh staf Kemenag itu, "Sudah bicara yang lain, jangan yang itu," tegas pejabat Kemenag berbaju cokelat tersebut.


"Maksud saya bang, kalau saya sebagai abang mendengarkan beliau seperti itu, kan pasti abang juga akan marah," terang perwakilan FBR tadi. 


"Tapi jangan seperti itu," potong pejabat Kemenag yang memakai masker warna putih ini.


"Bang saya tidak punya kekuatan mental untuk berdiskusi seperti itu. Izinkan saya satu dua menit saja, kalau abang mau marahin saya," tukas perwakilan FBR.


"Nggak, saya nggak marahin," jawab pejabat Kemenag tersebut. 


"Saya ingin menyampaikan dan menurut saya apa yang saya sampaikan ini masih sopan kan bang," tanyanya. 


"Iya, tapi kamu bilang tadi tidak layak, tidak pantas. Itu bukan kamu yang menilai. Ini kita sama-sama kiai. Saya orang beriman lho. Orang Islam. Orang tua saya juga seorang muslim Thoriqoh. Sama-sama kita. Jadi ucapan kita harus yang betul-betul Tawadhu. Ini hari jumat," papar pejabat itu. 


"Jadi abang keberatan dengan ucapan kalau beliau tidak layak jadi menteri," tanyanya lagi. 


Dijawab oleh pejabat Kemenag tadi, "Iya."


"Oke siap. Kebeneran bang ini beliau-beliau di sini jadi saksi saya tarik kalimat saya ya bang. Saya mohon izin, saya mohon maaf sekali lagi," pungkas perwakilan FBR tersebut. [Democrazy/FIN]