Viral Orasi Putri Rahmat Effendi Sebut 'Kuning Sedang Diincar', Ketua Bapilu Golkar Akhirnya Buka Suara | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Minggu, 09 Januari 2022

Viral Orasi Putri Rahmat Effendi Sebut 'Kuning Sedang Diincar', Ketua Bapilu Golkar Akhirnya Buka Suara

Viral Orasi Putri Rahmat Effendi Sebut 'Kuning Sedang Diincar', Ketua Bapilu Golkar Akhirnya Buka Suara

Viral Orasi Putri Rahmat Effendi Sebut 'Kuning Sedang Diincar', Ketua Bapilu Golkar Akhirnya Buka Suara

DEMOCRAZY.ID - Video Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Ade Puspitasari yang orasi politiknya menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap ayahnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, viral di media sosial.


Dalam video yang viral itu, Ade Puspitasari menyebut penangkapan ayahnya tak bisa disebut OTT. 


Menurutnya, ketika Rahmat Effendi ditangkap, KPK tidak membawa bukti uang.


"Saksinya banyak, staf yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun," ujarnya dalam video itu.


"Logikanya, OTT, saya ada transaksi, saya serahkan terus ke-gep, bener enggak? Ini tidak ada. Bahwa Pak Wali beserta KPK tidak membawa uang dari Pendopo," lanjunya.


Berdasarkan penangkapan tersebut, politikus Partai Golkar itu menyatakan telah terjadi pembunuhan karakter dan menyebut 'kuning' telah diincar.


"Memang ini pembunuhan karakter. Memang ini 'kuning' sedang diincar. Kita tahu sama tahu siapa yang mengincar ini. Tapi nanti di 2024, jika 'kuning' koalisi dengan 'orange', matilah yang warna lain," ujarnya.


Menanggapi viralnya orasi politik tersebut Ketua Bapilu DPD Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi Dariyanto buka suara.


Dariyanto menegaskan orasi politik yang dilakukan Ade Puspitasari hanya menyampaikan persepsi dan kondisi terkait penangkapan ayahnya dalam OTT KPK.


Ade, menurut Dariyanto, hanya berpendapat bahwa OTT KPK harusnya ada transaksi dan barang bukti uang tetapi hal tersebut tidak ada saat penangkapan Wali Kota Bekasi.


"Sekali lagi kami berharap tidak ada dari beliau perihal apalagi mendiskreditkan KPK, apalagi melawan KPK,” jelas Dariyanto.


“Kami menyayangkan video itu tidak ditayangkan secara utuh dan lengkap."


Dariyanto melanjutkan bahwa DPD Golkar Kota Bekasi mendukung proses hukum yang dilakukan oleh KPK.


Sementara usai viralnya video tersebut, Ade Puspitasari mengatakan, saat itu ia hanya memberikan motivasi kepada para kader Golkar.


"Bahwa yang saya sampaikan adalah motivasi dan suplementasi kepada kader, agar tidak terusik oleh bisingnya gerakan destruktif terhadap kader Golkar Kota Bekasi," jelasnya, Minggu (9/1/2022). [Democrazy/trb]