Ruhut Sitompul Sebut Penendang Sesajen di Gunung Semeru Tak Beragama | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Januari 2022

Ruhut Sitompul Sebut Penendang Sesajen di Gunung Semeru Tak Beragama

Ruhut Sitompul Sebut Penendang Sesajen di Gunung Semeru Tak Beragama

Ruhut Sitompul Sebut Penendang Sesajen di Gunung Semeru Tak Beragama

DEMOCRAZY.ID - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul menanggapi video pria diduga membuang sesajen di lereng Gunung Semeru yang viral di media sosial. 


Ruhut mengatakan Indonesia adalah negara yang beragama dan berideologi Pancasila. 


Pria kelahiran Medan pada 24 Maret 1954 itu mengatakan bahwa antarumat beragama di Indonesia harus saling menghormati.


Ruhut Sitompul pun percaya pihak kepolisian bakal segera menangkap terduga pelaku yang membuang sesajen itu. 


"Saya percaya akan segera terungkap apalagi tampangnya (terduga pelaku) sering di beberapa acara dia ikut, ini manusia yang selalu melakukan keonaran," kata Ruhut, Rabu (12/1). 


Menurut Ruhut, terduga pembuang sesajen itu memiliki pemahaman agama yang dangkal.


"Dia (terduga pelaku) merasa beragama tetapi beragamanya dangkal, tetapi saya sependapat anggap saja ini manusia tak beragama," ujar Ruhut. 


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan pihaknya masih mengejar pelaku penendang sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, ke sejumlah daerah.


"Kami bukan hanya ke daerah NTB (Nusa Tenggara Barat), tetapi di beberapa tempat yang diduga menjadi lokasi keberadaan pelaku," ujar Kombes Gatot saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa.


Meski sudah melakukan pengejaran dan penyelidikan, aparat kepolisian sampai saat ini masih kesulitan mengungkap identitas pelaku. 


Polisi telah menggali informasi di sekitar lokasi kejadian tempat pembuangan sesajen di kawasan Gunung Semeru. 


Namun, masyarakat tidak mengenal wajah pria yang viral dalam rekaman video tersebut. 


"Masyarakat tidak ada yang kenal yang bersangkutan (pelaku). Kalau infonya yang bersangkutan itu sukarelawan masih kami cek datanya pada posko tanggap bencana, apakah orang tersebut sukarelawan atau bukan, ini masih ditelusuri," katanya. [Democrazy/jpnn]