Prediksi Pengamat Soal Tantangan Bagi Jokowi di 2022, Ada Guncangan Politik? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Minggu, 02 Januari 2022

Prediksi Pengamat Soal Tantangan Bagi Jokowi di 2022, Ada Guncangan Politik?

Prediksi Pengamat Soal Tantangan Bagi Jokowi di 2022, Ada Guncangan Politik?

Prediksi Pengamat Soal Tantangan Bagi Jokowi di 2022, Ada Guncangan Politik?

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik M Qodari membaca tantangan politik bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2022. 


Qodari menilai Presiden Jokowi bakal menghadapi tantangan awal proses Pilpres 2024 dan penanganan pandemi Covid-19. 


"Saya sependapat dengan pernyataan Mahfud MD bahwa 2022 politik Indonesia tetap tenang walaupun kemungkinan pertengahan 2022 sudah ada tahapan pemilu. Tetapi, kan, sifatnya administratif belum pertarungan," kata Qodari saat dihubungi, Minggu (2/1).


Direktur Eksekutif Indo Barometer itu juga melihat Presiden Jokowi mampu menjaga kesolidan partai koalisi. 


Dia mencontohkan, pada 2021, Presiden Jokowi mampu meredam polemik mulai dari UU Pemilu hingga UU Cipta Kerja. 


"Relatif semua dikelola, termasuk juga soal potensi reshuffle kabinet yang menurut saya bisa terjadi. Tinggal menunggu momentumnya nanti tanggal berapa," kata dia.


Qodari juga menyinggung guncangan politik yang bisa datang dari bawah, yakni masyarakat. 


Sebagai contoh, masyarakat bisa memberontak apabila terjadi krisis ekonomi yang tidak bisa dikendalikan pemerintah seperti 1998.


Namun, Qodari melihat sampai saat ini pemerintah masih bisa mengontrol dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19.


"Tidak terjadi kelaparan atau kelangkaan barang yang sangat ekstrem. Bahkan, tren terakhir tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi, karena kasus juga Covid-19 tertangani dengan baik," jelas dia. 


Qodari juga mengharapkan varian Omicron tidak mengalami peningkatan yang signifikan. 


Dengan begitu, pemerintah bisa fokus mendorong pertumbuhan ekonomi. 


"Jadi, itu tantangan terbesar presiden, jelas penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi. Dan ini dua hal berkaitan dengan yang lain," kata dia. [Democrazy/jpnn]