-->

Breaking

logo

02 Januari 2022

Ponpes As-Sunnah Lombok Timur Diserang Seratusan Orang Bertopeng

Ponpes As-Sunnah Lombok Timur Diserang Seratusan Orang Bertopeng

Ponpes As-Sunnah Lombok Timur Diserang Seratusan Orang Bertopeng

DEMOCRAZY.ID - Sekelompok massa tidak dikenal menyerang pesantren AS-Sunnah di Bagek Nyala, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada Minggu (2/12/2021) dinihari.


"Tadi jam 2.30 Wita kelompok masyarakat itu kurang lebih 300 orang melakukan penyerangan di Markas As-Sunnah. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua dirusak, satu unit roda empat dibakar," jelas Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono.


Aksi kelompok massa tak dikenal ini, diduga buntut dari menyebarnya potongan video pengajar di Pesantren As-Sunnah, yang melecehkan sejumlah makam leluhur di Lombok.


"Kita akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kejadian perusakan dan yang juga kita akan melakukan penyidikan tentang ujaran kebencian yang mana akibat adanya video yang dipotong dan menjadi viral sehingga muncul gerakan masyarakat malam tadi," imbuhnya.


Kendaraan yang dirusak, lebih dari 11 unit, diantaranya 4 unit kendaraan roda empat jenis mini bus,  serta 7 unit motor.


Usai menyerang pesantren Assunnah, massa tak dikenal itu bergerak ke Desa Mamben, Kecamatan Wanasaba. 


Di tempat tersebut massa merusak dan membakar bangunan setengah jadi, yang akan difungsikan sebagai masjid.


Bangunan masjid ini sebelumnya, ditolak warga karena dikhawatirkan akan menjadi tempat penyebaran faham, yang diduga kerap menyelisihi pemahaman agama masyarakat pada umumnya.


Kesaksian Satpam yang Selamat 


Ponpes As-Sunnah Lombok Timur Diserang Seratusan Orang Bertopeng


Irwandi nyaris jadi tumbal. Satpam Ponpes As-Sunnah Lombok Timur itu berhasil menyelamatkan diri saat ratusan orang bertopeng menyerang tengah malam.


Erwin Afandi mengaku terbangun dari tidurnya oleh suara penyerang. 


Ada enam mobil yang dirusak salah satunya mobil Avanza yang dibakar massa. 


Para penyerang datang dengan memakai penutup wajah. Mereka membawa senjata tajam, kayu, dan juga batu. Mereka mengamuk di lokasi pesantren. 


Warga setempat sempat melakukan perlawanan. Sebab, di lokasi tersebut terdapat Masjid Jamaluddin. 


Anggota BPD Desa Bagik Nyaka bernama Masdarini dan Kades Bagik Nyaka ikut bersama warga yang melakukan perlawanan. 


Massa juga membakar bahan bangunan di lahan Masjid Sunnah di Mamben Daye yang sempat ditolak masyarakat beberapa waktu lalu.


Erwin menduga peristiwa ini terkait ceramah Ustadz Mizan Qudsiyah mengenai ziarah kubur. 


Sebelumnya, publik di Pulau Lombok sempat dihebohkan dengan beredarnya potongan video ceramah Ustadz Mizan Qudsiyah yang menyebut sejumlah nama makam keramat di Lombok.


Terdapat kata makam keramat “Tain Acong” (kotoran anjing) yang memicu emosi netizen dan berdampak luas. 


Mizan Qudsiyah pun sudah menyebarkan video klarifikasi terkait ceramahnya itu. 


Menurutnya, ceramahnya itu berlangsung pada 2020. 


Dia berdalih kata “Tain Acong” tersebut merupakan nama tempat. 


Saksi lainnya, Irwandi. Dia satpam di ponpes tersebut. Irwandi sedang berjaga saat massa penyerang datang.


Ketika itu Irwandi kebetulan sedang berada di dalam ponpes. Di pos jaga hanya ada satu satpam yang sedang piket. 


Seketika sekelompok orang yang tidak dikenal datang dan langsung melakukan pengrusakan dan membakar mobil yang terparkir di halaman ponpes.


Penyerang diperkirakan berjumlah seratus orang. Sebagian dari mereka datang menggunakan mobil, motor bahkan ada juga yang jalan kaki. 


Tak ada satu pun dari mereka dikenal karena menutup wajahnya menggunakan cadar. 


Bahkan para pelaku penyerangan ini juga mengikat kepalanya dengan kain putih. 


Karena melihat situasi yang tidak kondusif, yang bersangkutan langsung bergegas mengamankan diri ke belakang. 


Kejadian ini pun kemudian dilaporkan ke pengurus ponpes lainnya yang berada di sana. 


“Kita langsung menghubungi pihak kepolisian untuk memberitahukan kejadian penyerangan ini,” katanya. 


Usai melakukan pengerusakan dan pembakaran, para pelaku langsung bergegas pergi.


Saat ini, puluhan petugas bersenjata lengkap disiagakan untuk melakukan pengamanan. 


Tim Inafis dari Polda NTB juga telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. [Democrazy/hrd]