-->

Breaking

logo

22 Januari 2022

Naskah Akademik IKN Dicorat-coret Profesor Asal Singapura, Refly Harun: Kelola Negara Seperti Mengelola Warung!

Naskah Akademik IKN Dicorat-coret Profesor Asal Singapura, Refly Harun: Kelola Negara Seperti Mengelola Warung!

Naskah Akademik IKN Dicorat-coret Profesor Asal Singapura, Refly Harun: Kelola Negara Seperti Mengelola Warung!

DEMOCRAZY.ID - Viral teks yang diyakini sebagai naskah akademik Ibu Kota Negara (IKN) baru dicoret-coret oleh Associate Profesor Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir.


Sulfikar Amir mengatakan, sebagai seorang ahli sosiologi, dirinya merasa tersinggung dengan kualitas naskah akademik yang dibuat untuk sebuah proyek bernilai hampir Rp500 triliun, di mana lebih dari 50 persennya dibiayai oleh APBN.


Layaknya seorang dosen pembimbing skripsi, Sulfikar Amir pun mempertanyakan landasan sosiologis hingga fakta empiris dari naskah akademik Ibu Kota Negara itu.


Menanggapi hal ini, Pakar tata negara Refly Harun mengaku setuju dengan pernyataan Sulfikar Amir. 


Ia menjelaskan, naskah akademik merupakan panduan dalam membentuk Undang-Undang.


"Harus bisa menjelaskan landasan sosiologis, landasan yuridis dan landasan filosofis mengapa ibu kota itu harus pindah," kata Refly Harun, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 21 Januari 2022.


Refly Harun juga mempertanyakan referensi dalam penulisan naskah akademik Ibu Kota Negara.


Pasalnya Refly Harun menilai, rujukan yang digunakan sudah tua. 


Bahkan yang terbaru terbit pada tahun 2017 silam.


"Nah kalau referensinya semua dari asing dan yang terbaru 2017, how come kita bisa mendapatkan argumentasi ilmiah akadmeik yang meyakinkan kita bahwa memang perpindahan ibu kota itu perlu dilakukan?" ujarnya.


Refly Harun menilai, cara pemerintah dalam mengelola negara sama seperti mengelola warung.


"Mengelola negara kok kesannya … apa ya, istilah Yusril dulu seperti mengelola warung. Dulu, Yusril pernah ngomong begitu," tuturnya. [Democrazy/rkp]