-->

Breaking

logo

09 Januari 2022

NasDem Heran DPRD DKI Masih Terus Meributkan Formula E Anies

NasDem Heran DPRD DKI Masih Terus Meributkan Formula E Anies

NasDem Heran DPRD DKI Masih Terus Meributkan Formula E Anies

DEMOCRAZY.ID - Politikus NasDem Jakarta Bestari Barus mengaku heran DPRD DKI Jakarta masih saja meributkan Formula E Gubernur DKI Anies Baswedan.


Padahal, Jakarta sudah dipastikan bakal menggelar Formula E putaran kesembilan musim 2022 pada awal Juni mendatang.


Diketahui, Gubernur Anies sebelumnya sudah menunjuk Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana event balap mobil listrik internasional Formula E. 


Nantinya, Ahmad Sahroni akan dibantu oleh Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menjadi Ketua Panitia Pengarah dalam event tersebut.


Saat imi, pembangunan sirkuit Formula E diketahui sudah dalam proses lelang. Sirkuit yang bakal dibangun di Ancol itu direncanakan akan rampunh pada April 2022.


Bestari mengatakan, dewan di Kebon Sirih seharusnya ikut membantu Pemprov DKI dalam mensukseskan event internasional itu. Bukan malah terkesan merecoki hal-hal yang tidak substantif.


“Yang ingin didengar masyarakat itu bukan soal tender. Tapi kemampuan nalar dewan untuk menyampaikan kebaikan apa yang akan diterima masyarakat jika nanti Formula E terlaksana di Jakarta,” kata Bestari, Jakarta, Minggu (9/1/2022).


Mantan Ketua Fraksi NasDem periode 2014-2019 ini mengaku miris, politikus di DPRD DKI hingga kini melulu hanya meributkan soal teknis.


“DPRD kok mikirin teknis 90%?. Semakin gak berbobot walaupun sudah diketok tambahan anggaran tunjangan dewan 26 milyar,” sindirnya.


Bestari juga heran melihat tingkah pola anggota DPRD DKI yang selalu nyinyir dengan agenda Formula E Anies.


“Tidak terlihat sama sekali optimisme dalam setiap tahapan mewujudkan gelar Formula E. Terlihat kurangnya kemampuan nalar dewan terkait feedback positif Formula E bagi Jakarta. Hanya sebegitukah kemampuan nalar DPRD DKI zaman now? Nyinyirnya gak berbobot,” cetus Bestari.


Menurut Bestari, sekelas pimpinan Komisi saja hanya mampu mengucapkan kata-kata picisan soal transparansi atau mekanisme tender. 


Mereka tidak mampu mengupas lebih dalam lagi terkait substansi dan kemanfaatan yang bisa diterima masyarakat.


“Betapa cemennya DPRD DKI hari ini. Itulah sebabnya program Bimtek Wawasan masih sangat diperlukan DPRD DKI,” Bestari beseloroh. [Democrazy/krn]