Miris Nasib Garuda: Punya Utang Segunung Kini Diterpa Dugaan Korupsi | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Januari 2022

Miris Nasib Garuda: Punya Utang Segunung Kini Diterpa Dugaan Korupsi

Miris Nasib Garuda: Punya Utang Segunung Kini Diterpa Dugaan Korupsi

Miris Nasib Garuda: Punya Utang Segunung Kini Diterpa Dugaan Korupsi

DEMOCRAZY.ID - Kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cukup memprihatinkan. Perusahaan ini kena dugaan korupsi pengadaan pesawat di tengah utang yang menggunung.


Seperti dikutip dari laporan keuangan interim yang tidak diaudit di situs perusahaan, Rabu (12/1/2022), liabilitas perusahaan hingga September 2021 jumlahnya US$ 13,02 miliar atau sekitar Rp 184,88 triliun (asumsi kurs Rp 14.200). 


Angka itu naik dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 12,73 miliar.


Liabilitas tersebut sebesar US$ 13,02 miliar terdiri dari liabilitas jangka pendek US$ 5,28 miliar dan jangka panjang US$ 7,73 miliar.


Liabilitas jangka pendek itu memuat di antaranya pinjaman jangka pendek US$ 948,57 juta, utang usaha pihak ketiga US$ 409,55 juta, utang usaha pihak berelasi US$ 282,27 juta, liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas liabilitas sewa pembiayaan US$ 1,94 miliar, dan lain-lain.


Kemudian, liabilitas jangka panjang beberapa di antaranya yakni liabilitas pajak tangguhan US$ 734,43 ribu, utang pihak berelasi jangka panjang US$ 574,08 juta, liabilitas jangka panjang atas utang bank US$ 378,71 juta, liabilitas jangka panjang atas liabilitas sewa pembiayaan US$ 3,95 miliar, liabilitas jangka panjang atas pinjaman lainnya US$ 2,70 miliar.


Lebih lanjut Garuda sendiri menderita kerugian US$ 1,66 miliar atau sekitar Rp 23,57 triliun. 


Rugi ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya US$ 1,07 miliar.


Pendapatan dan penjualan hingga September 2021 sebanyak US$ 939,02 juta. 


Pendapatan ini turun dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 1,13 miliar.


Jumlah aset Garuda tercatat US$ 9,42 miliar. Aset ini juga turun dari sebelumnya US$ 10,78 miliar. [Democrazy/dtk]