-->

Breaking

logo

Minggu, 02 Januari 2022

Klaim Dirinya Mampu Atasi Masalah Utang Ancol, Ferdinand: Serahkan Sama Saya, Akan Saya Selesaikan dengan Cepat!

Klaim Dirinya Mampu Atasi Masalah Utang Ancol, Ferdinand: Serahkan Sama Saya, Akan Saya Selesaikan dengan Cepat!

Klaim Dirinya Mampu Atasi Masalah Utang Ancol, Ferdinand: Serahkan Sama Saya, Akan Saya Selesaikan dengan Cepat!

DEMOCRAZY.ID - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean percaya diri bisa menyelesaikan masalah PT Pembangunan Jaya Ancol yang dinilai merugi di masa Gunernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Ferdinand Hutahaean bahkan meminta masalah Ancol diserahkan kepadanya untuk ia selesaikan dengan cepat. 


“Saya bisa selesaikan masalah Ancol ini tanpa utang,” kata Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 2 Januari 2022.


“Mudah sekali. Serahkan sana saya, saya selesaikan dengan cepat,” sambungnya. 


Ferdinand Hutahaean menyebutkan bajwa langka pertama yang akan ia lakukan untuk menyelesaikan masalah Ancol adalah memecat semua komisaris dan Boar of Director (BOD) atau jajaran direksi.


Menurutnya, posisi-posisi ini perlu diisi dengan yang cerdas dan mampu mengemban jabatannya. 


“Setelah itu kita bahas teknis penyelamatan tanpa utang,” kata Ferdinand Hutahaean. 


Bersama pernyataannya, Ferdinand Hutahaean membagikan cuitan yang menyebut bahwa Ancol merugi di tangan Anies serta dipenuhi utang.


Salah satu yang disoroti yakni PT Pembangunan Jaya Ancol yang meminjam uang sebesar Rp1,2 triliun dari Bank DKI.



Dilansir dari Kompas, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Teuku Sahir Syahali mengatakan pinjaman Rp 1,2 triliun dibagi menjadi tiga jenis kredit. 


Pertama, yakni pemeliharaan wahana Dufan yang masuk dalam kredit pertama sebesar Rp389 miliar dalam bentuk kredit modal kerja jangka waktu kredit satu tahun. 


Selain untuk pemeliharaan wahana Dufan, uang tersebut juga akan digunakan untuk pemenuhan gaji karyawan, perawatan hewan di Sea World, dan pemeliharaan seluruh sarana yang ada di Ancol. 


Kredit kedua, Teuku Sahid, yaitu kredit investasi senilai Rp516 miliar dengan jangka waktu pengembalian uang selama sembilan tahun. 


Menurutnya, pinjaman yang ditandatangani pada 20 Desember 2021 ini akan digunakan untuk pembayaran utang obligasi PUB II Tahap 2 seri A yang akan jatuh tempo pada Februari 2022. 


Terakhir, kredit pinjaman investasi senilai Rp334 miliar yang rencananya digunakan untuk belanja modal tahun 2022 dan 2023. 


Garis besarnya, uang Rp334 miliar ini akan digunakan untuk membangun sarana prasarana baru dan pemeliharaan sarana yang sudah terbangun.  


Namun, kata Teuku Sahir, kredit ini belum dicairkan karena belum ditandatangani oleh pihak PJA dan Bank DKI. [Democrazy/terkini]