Kata Yusuf Muhammad: Stadion JIS Bukan Sepenuhnya Karya Anies, Ada Kontribusi Jokowi dan Ahok Juga | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Sabtu, 01 Januari 2022

Kata Yusuf Muhammad: Stadion JIS Bukan Sepenuhnya Karya Anies, Ada Kontribusi Jokowi dan Ahok Juga

Kata Yusuf Muhammad: Stadion JIS Bukan Sepenuhnya Karya Anies, Ada Kontribusi Jokowi dan Ahok Juga

Kata Yusuf Muhammad: Stadion JIS Bukan Sepenuhnya Karya Anies, Ada Kontribusi Jokowi dan Ahok Juga

DEMOCRAZY.ID - YouTuber Yusuf Muhammad menyebut stadion JIS bukan karya Anies Baswedan sepenuhnya. 


Beberapa Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, seperti Jokowi dan Ahok juga punya kontribusi.


Yusuf lantas membeberkan sejarah stadion Jakarta International Stadium atau JIS yang selama ini diklaim sebagai karya Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.


Menurut Yusuf stadion JIS dulunya bernama Stadion BMW. Mengapa dinamakan BMW?


“Karena pembangunannya berada di bekas lokasi taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa atau disingkat dengan BMW,” ucap Yusuf, dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube 2045 TV pada Sabtu (1/1/2022).


Dikatakan Yusuf, pembangunan stadion di eks taman BMW ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, bukan rencana yang baru.


Pembangunan stadion tersebut sudah direncanakan sejak era Gubernur Fauzi Bowo.


“Lah terus kenapa sekarang namanya berubah menjadi Jakarta International Stadium atau JIS? Ya tentu ini bukanlah hal yang baru. Kalau soal mengganti nama, itu memang Anies Baswedan juaranya,” kata Yusuf.


Yusuf lantas membeberkan beberapa program yang diganti oleh Anies Baswedan.


Program Rumah Rusun misalnya, diganti oleh Anies Baswedan dengan istilah baru yaitu program Rumah Lapis.


“Jadi rumahnya itu berlapis-lapis, makanya dinamakan dengan Rumah Lapis, bukan Rumah Susun. Ya mungkin saja saat itu Anies Baswedan terinspirasi dengan namanya kue lapis,” cetus Yusuf.


Kemudian program normalisasi sungai di era Jokowi juga diubah namanya oleh Anies Baswedan dengan istilah naturalisasi sungai.


“Biasanya kan pemain sepak bola yang dinaturalisasi, lah ini sungai pun bisa di naturalisasi,” ejek Yusuf.


Yusuf mengatakan Anies juga mengubah nama penggusuran menjadi penggeseran.


“Jadi kalau ada bangunan-bangunan yang ilegal atau liar yang berada di pantaran sungai, maka bangunan itu bukannya digusur, tapi akan digeser oleh Anies Baswedan,” sambung Yusuf.


Begitu juga dengan nama Stadion BMW yang saat ini diganti namanya menjadi Jakarta International Stadium atau JIS.


“Memang ya kalau soal mengganti nama, maka Anies Baswedan adalah juaranya. Ya sesuailah dengan keahliannya dalam menata kata-kata,” kata Yusuf.


5 Gubernur DKI Jakarta Berperan


Yusuf membongkar fakta-fakta Stadion BMW atau yang saat ini telah berganti nama menjadi Stadion JIS.


Menurutnya, rencana pembangunan stadium berstandar FIFA itu, sudah dicetuskan oleh Gubernur DKI Jakarta era Fauzi Bowo pada tahun 2008.


Saat itu Fauzi Bowo telah melakukan penggusuran bangunan-bangunan liar di kawasan taman BMW untuk dijadikan stadion yaitu Stadion BMW.


“Jadi pembangunannya ini sudah memakan waktu lebih dari satu dekade atau tepatnya 11 tahun,” kata Yusuf.


“Kalau dihitung maka proyek ini melibatkan 5 gubernur dalam mengambil keputusan politik atas megastruktur yang dijadwalkan akan selesai pada tahun 2022 nanti,” imbuhnya.


Ia menyebut banyak sekali hambatan dalam pembangunan proyek ini, terutama soal sengketa lahan.


“Dan yang perlu dicatat adalah bahwa proyek stadion ini bukan murni inisiatif dan karya Anies Baswedan,” bebernya.


“Yang murni inisiatif Anies Baswedan itu adalah membangun bambu getah getih, terus tidak lama kemudian ini dibongkar,” sindir Yusuf.


Karya Anies lainnya, kata Yusuf, yakni membangun tugu sepatu. Tapi baru sehari, tugu sepatu tersebut dibongkar lagi.


Yusuf menegaskan pembangunan stadion JIS memiliki sejarah yang sangat Panjang. Bahkan beberapa kali sempat digugat terkait dengan sengketa lahan.


Stadion JIS mulai direncanakan sejak era gubernur Fauzi Bowo, kemudian Jokowi, Ahok, dan Djarot.


“Semua (gubernur) ini pernah mengurusi masalah gugatan terkait dengan sengketa lahan hingga pada akhirnya groundbreaking pun dilakukan oleh Jokowi pada saat itu,” kata Yusuf.


Tapi apakah masalah sengketa lahan itu selesai sampai disitu? Ternyata tidak. 


Terakhir di era Anies Baswedan ini juga masih ada yang namanya gugatan yaitu dari PT Buana Permata Hijau atau BHP.


Gugatan itu sempat dikabulkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN, namun akhirnya putusan PTUN itu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara atau PTTUN setelah Pemprov DKI Jakarta ini mengajukan banding. Dan sekarang pembangunan stadion itu pun terus dilakukan.


“Nah sangat disayangkan jika catatan sejarah panjang ini ingin dihapus oleh para buzzer-buzzer Balai Kota itu. Ya saya yakin, sebagian dari mereka ini sudah mengetahui sejarah panjang pembangunan stadion ini,” katanya.


“Tapi pada dasarnya mereka ingin mengklaim bahwa stadion itu seakan-akan hanyalah karya gubernur DKI Jakarta saat ini tanpa melibatkan gubernur-gubernur sebelumnya,” tambahnya.


Menurut Yusuf, banyak pembelokan narasi terjadi tentang pembangunan stadion JIS, terutama mereka yang menjadi pendukung gubernur seiman.


Pembangunan Stadion JIS Habiskan Rp4,5 Triliun


Dikatakan Yusuf, pembangunan stadion JIS awalnya ditargetkan menelan anggaran sebesar Rp1,3 triliun. Namun kemudian membengkak menjadi Rp4,5 triliun.


“Luar biasa kan? Nah terus dari mana saja dana itu didapatkan? Ternyata dananya ini dari pemerintah pusat yaitu melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN,” ucap Yusuf.


“Jadi di tengah hantaman pandemi Covid-19 ini, APBD DKI Jakarta ini mengalami kontraksi yang cukup dalam,” tambahnya.


Makanya Anies Baswedan mengajukan pinjaman kepada pihak pemerintah pusat sebesar Rp12,5 triliun.


“Nah yang bisa dicairkan pada saat ini baru sebesar Rp3,26 triliun. Jadi dari Rp3,26 triliun itu sudah dibagi untuk pembiayaan enam proyek infrastruktur, salah satunya yaitu pembangunan stadion JIS yang mendapatkan pos anggaran sebesar Rp1,182 triliun.


“Dan bak pahlawan kesiangan, stadion itu pun kini diklaim sebagai karya Anies Baswedan. Luar biasa kan? Memang kelicikan di balik pembangunan stadion JIS ini sangat masif disebarkan oleh buzzer-buzzer Balai Kota,” imbuhnya.


Dikatakan Yusuf, tidak semua netizen gampang dibodohi seperti mereka, sehingga pembangunan Stadion JIS pun diklaim sebagai karya Anies Baswedan.


“Lah jangankan bangun stadion, membangun trotoar dan sumur resapan saja semuanya ini berantakan coba,” katanya.


Ia berpesan agar buzzer pendukung Anies Baswedan berhenti menyebarkan narasi-narasi murahan soal pembangunan Stadion JIS.


“Tuh lihat, masih banyak warga DKI Jakarta yang belum memiliki jamban. Urus tuh rumah DP 0 rupiah,” pungkas Yusuf. [Democrazy/pojok]