-->

Breaking

logo

13 Januari 2022

Kata Novel PA 212: Dosa Ferdinand Bisa Dihapus Kalau Dihukum Mati, Lebih Baik Belajar Islam ke HRS

Kata Novel PA 212: Dosa Ferdinand Bisa Dihapus Kalau Dihukum Mati, Lebih Baik Belajar Islam ke HRS

Kata Novel PA 212: Dosa Ferdinand Bisa Dihapus Kalau Dihukum Mati, Lebih Baik Belajar Islam ke HRS

DEMOCRAZY.ID - Ferdinand Hutahaean harus secepatnya bertobat lantaran sudah melakukan penistaan terhadap agama Islam.


Itu setelah Ferdinand dijadikan tersangka kasus ujaran kebencian berbau SARA oleh penyidik Bareskrim Polri.


Tobat itu perlu dilakukan, terlebih Ferdinand juga sudah mengaku sebagai mualaf sejak 2017.


Pertobatan Ferdinand itu harus dilakukan sebelum nyawa dicabut dari badannya.


Demikian disampaikan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menanggapi kasus yang menjerat Ferdinand Hutahaean.


“Ferdinand kalau memang sudah Islam untuk segera bertobat karena Allah maha menerima tobat terhadap dosa apa pun sebelum nyawa keluar dari tubuh,” kata Novel Bamukmin, Kamis (13/1/2022).


Novel Bamukmin menyebut bahwa Ferdinand Hutahaean sudah membuat kesalahan yang sangat fatal, yakni penistaan agama.


Untuk menghapus dosa itu, hanya ada satu cara. Yakni hukuman mati.


“Tapi semua amal ibadah yang dijalankan asal dengan ikhlas akan sangat mengurangi dosanya yang besar,” katanya.


Karena itu, Novel Bamukmin menyarankan Ferdinand agar secepatnya bertobat dan kembali ke jalan Allah.


Selain itu, Ferdinand juga bisa berlajar Islam kepada Habib Rizieq Shihab yang sampai saat ini masih ditahan.


“Segeralah Ferdinand minta dibimbing dari orang yang paham, semoga dia tidak dilecehkan dan bisa belajar banyak dengan Habib Rizieq,” tandas Novel Bamukmin.


Kondisi Terbaru


Sementara, orangtua sudah menjenguk Ferdinand Hutahaean dan menenanngkan agar tetap tegar.


“Kemarin ada keluarga, orang tua menjenguk ke rutan. Keluarga datang untuk berusaha menenangkan Ferdinand agar tegar menjalani proses hukum,” ujar pengacara Ferdinand, Ronny Hutahaean, Rabu (12/12022).


Dirinya juga mendampingi keluarga saat menjenguk Ferdinand.


“Saya menemani (pihak keluarga) memberikan pakaian yang layak sesuai prosedur yang dilakukan pihak Mabes Polri,” ujarnya.


Ronny menambahkan bahwa hari ini dia dan kuasa hukum lainnya akan mendampingi Ferdinand untuk proses pemeriksaan oleh penyidik sebagai tersangka.


“Hari ini kami fokus mendampingi beliau untuk melanjutkan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Ronny.  [Democrazy/jpnn]