-->

Breaking

logo

14 Januari 2022

Heboh Seruan Bunuh Semua Muslim di Negeri Shah Rukh Khan

Heboh Seruan Bunuh Semua Muslim di Negeri Shah Rukh Khan

Heboh Seruan Bunuh Semua Muslim di Negeri Shah Rukh Khan

DEMOCRAZY.ID - India kini tengah dihebohkan dengan dengan isu agama. 


Beberapa pemimpin agama Hindu diduga telah menyerukan 'genosida' Muslim dalam sebuah pertemuan, Desember 2021.


Petisi bahkan dibuat untuk menuntut para tokoh tersebut. Mahkamah Agung India juga mengeluarkan pemberitahuan ke negara bagian di Himalaya utara intuk menyelidiki hal ini.


Mengutip AlJazeera, Jumat (14/1/2021), cerita berawal dari sebuah laporan ke polisi di Uttarakhand. 


Berisi para pemimpin agama yang meminta warga mempersenjatai diri untuk membunuh Muslim.


Dalam satu klip yang menjadi viral, seorang pembicara di pertemuan itu mengatakan tidak perlu khawatir masuk penjara karena membunuh Muslim. 


"Bahkan jika hanya seratus dari kita menjadi tentara dan membunuh dua juta dari mereka, kita akan menang," kata seorang wanita berorasi.


Video dari acara tersebut telah memicu kemarahan, mendorong tuntutan untuk bertindak. 


Seorang pensiunan hakim bernama Arjana Prakash menilai pidato dapat menimbulkan ancaman besar tidak hanya bagi persatuan dan keutuhan negara serta membahayakan keselamatan umat Muslim.


Polisi sendiri mengatakan telah menanyai tersangka atas ujaran kebencian tersebut. Tetapi tidak ada penangkapan yang dilakukan.


Ini bukan pertama kalinya kehebohan soal agama terjadi di India. Sejak Parti Nasionalis Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin petahana Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa, diskriminasi dan penganiayaan agama dilaporkan kerap terjadi.


Desember 2021, polisi India menangkap seorang pemimpin agama Hindu, Kalicharan Maharaj. Ia diduga membuat pidato yang menghina pemimpin kemerdekaan India Mohandas Gandhi dan memuji pembunuhnya.


Gandhi ditembak mati oleh seorang ekstremis Hindu selama pertemuan doa di ibu kota India pada tahun 1948. Sebelumnya, ia menyerukan persatuan Hindu-Muslim.


Di negara bagian Haryana, yang juga dikendalikan BJP, warga Hindu dilaporkan menghentikan umat Islam dari salat Jumat. Mereka meneriakkan slogan-slogan keagamaan.


Pada bulan November, kelompok garis keras Hindu membakar rumah mantan menteri luar negeri Muslim, Salman Khurshid. 


Pasalnya, ia membandingkan jenis nasionalisme Hindu yang berkembang di bawah Modi dengan "kelompok ekstremis" seperti ISIL (ISIS).


UU anti-konversi juga telah diberlakukan di sejumlah negara bagian seperti Uttar Pradesh, Uttarakhand, Karnataka dan Madhya Pradesh. 


UU tersebut merupakan tanggapan terhadap teori konspirasi yang menuduh pria Muslim memikat wanita Hindu ke dalam pernikahan dengan tujuan memaksa mereka masuk Islam.


Di India, Muslim hanya 14% dari 1,4 miliar penduduk Negeri Bollywood. Hindu mendominasi hingga 80%. [Democrazy/cnbc]