-->

Breaking

logo

13 Januari 2022

Habib Kribo: Kalau Memang Takdir, Saya Siap Mati Dibunuh!

Habib Kribo: Kalau Memang Takdir, Saya Siap Mati Dibunuh!

Habib Kribo: Kalau Memang Takdir, Saya Siap Mati Dibunuh!

DEMOCRAZY.ID - Habib Kribo Zein Assegaf muncul di podcast Deddy Corbuzier. 


Dalam wawancaranya, beliau dengan gamblang mengurai berbagai ancaman yang datang padanya.


Menurut Habib Kribo, dirinya sudah kenyang dengan ancaman yang datang bertubi sejak lama. 


Bahkan, hal itu harus diterima sejak Front Pembela Islam (FPI) berdiri.


Bukan cuma itu, Habib Kribo bahkan mengaku banyak dibenci dan dituding sebagai penganut kalangan ekstrem. 


Seperti Apa Ancaman Itu?


Habib Zein mengawali cerita sebagai orang yang sudah lama lawan gerakan radikal. 


Hal itu dilakukan mulai dari hal sederhana, yakni menempeli seruan lewat stiker. Namun upaya itu terus saja coba digagalkan.


Bahkan kalangan FPI ketika itu ingin menghilangkan nama Assegaf pada dirinya, agar publik tak kenal dia sebagai salah seorang habib.


"Kalau telepon ancaman sering. Saya anggap itu kenikmatan saja, terus saya jalani. Lalu sering juga disamperin orang, saya lalu turun,, entah takut atau bagaimana mereka pergi lagi," kata dia dikutip Kamis 13 Januari 2022.


Habib Kribo lantas turut bercerita soal ancaman yang dikabarkan anak perempuanya. 


"Maghrib-maghrib, anak saya bilang 'Bah ada orang pakai peci'. Lalu saya turun ada beberapa orang, tapi mereka balik lagi langsung jalan," katanya.


Sebenarnya beliau memang tak ingin membuka pintu dialog bagi kelompok FPI. Habib Kribo hanya mau membuka komunikasi bagi para tokoh-tokoh di baliknya. 


Sebab dirinya sadar bahwa mereka tak menginginkan dialog atau cari kebenaran, melainkan hanya berupaya memaksakan kehendak.


"Kalau memaksakan kehendak, enggak akan saya layani. Misal Rizieq mau dialog, baru saya layani," katanya. 


"Kalau komunikasi dengan kadrun buang-buang energi."


Dalam kesempatan itu dia menegaskan bahwa dirinya tak akan gentar dengan ancaman yang datang bertubi padanya. 


"Saya enggak takut sama sekali, kalau takdir saya mati dibunuh saya siap. Kebenaran harus keras, karena leluhur saya matinya semuanya dibunuh kok, demi kebenaran," katanya.


Menurut pemahaman dia, FPI bukanlah menghadirkan Islam yang damai dan sejuk. 


Baginya, membela agama itu harus pakai aturan agama, dan tidak sembarangan. 


Seperti yang diperlihatkan Rasul yang tak pernah kasar pada pemabuk dan sebagainya.


"Kalau takut, keluarga takut, istri semua takut, ibu saya juga takut. Cuma saya bilang, 'Umi biarkan anak laki-laki ini jalan sendiri, enggak usah dipikirin. Insya Allah saya jalan benar'," katanya. [Democrazy/hops]