-->

Breaking

logo

10 Januari 2022

Geram Harga Pangan Naik Drastis, Megawati: Kita Ini Udah 76 Tahun Merdeka Lho!

Geram Harga Pangan Naik Drastis, Megawati: Kita Ini Udah 76 Tahun Merdeka Lho!

Geram Harga Pangan Naik Drastis, Megawati: Kita Ini Udah 76 Tahun Merdeka Lho!

DEMOCRAZY.ID - Sejumlah harga pangan mengalami kenaikan pada akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022. 


Salah satu contohnya seperti harga cabai, telur, minyak goreng dan bawang yang harganya naik drastis di pasaran dalam negeri. 


Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menilai, seharusnya permasalahan itu sudah tak perlu terjadi lagi di Indonesia. 


Sebab, di tengah usia kemerdekaan yang sudah berumur 76 tahun, harga pangan sudah tak lagi dipersoalkan. 


"Kemarin harga cabai sekian, harga minyak goreng sekian, bawang merah sekian. Aneh menurut saya, kok klasik amat ya. 76 tahun merdeka loh, masih sih begitu saja, di mana ya salahnya?" kata Megawati dalam pidatonya di puncak perayaan HUT PDIP ke-49, Senin (10/1/2022).


Presiden RI ke-5 ini mengaku dahulu dirinya selalu mengkritik pemerintah saat duduk sebagai anggota DPR ketika tak bisa menstabilkan harga pangan di Indonesia.


"Saya juga mengkritik ketika di DPR, saya sering kali itu makanan saya tiap hari, tahu-tahu saya mesti ke mana, itu karena petani-petani minta Ibu Mega datang. Karena kenapa kok harga bawang ini kelihatannya akan jatuh, ya karena daerah saya Jawa Tengah, saya larilah ke Jawa Tengah, saya menanyakan, kenapa, kenapa," ujarnya. 


Ia berharap pemerintah ke depannya bisa menyelesaikan permasalahan hingga ke akarnya, sehingga tak lagi ada kenaikan harga pangan setiap akhir tahun. 


"Jadi menurut saya jalan, pengalaman saya seperti makan nasi tiap hari, tapi kok masih hari ini kok masih klasik, sebetulnya ada apa ya?" katanya.


Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan telur ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan dalam kondisi aman dan cukup.


"Stok telur masih ada dan masih tetap tersedia dengan cukup baik," kata Mentan, Syahrul dalam keterangan tertulis Minggu (9/1/2022). 


Mentan yang meninjau perusahaan peternakan ayam petelur di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa kenaikan harga telur yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan karena adanya momentum Natal dan Tahun Baru 2022. 


Kendati demikian, kenaikan yang terjadi masih dalam kendali pemerintah. Menurut dia, harga yang ada masih dalam titik batas wajar. 


"Sepanjang kenaikan itu dalam batas-batas kendali, pemerintah tentu kita tidak akan mengintervensi. Intervensi baru dilakukan apabila kenaikannya melampaui batas tertentu. Barulah kita lakukan operasi pasar dan pendekatan-pendekatan lain," katanya. [Democrazy/ktv]