-->

Breaking

logo

01 Januari 2022

Disinggung PDIP Soal 'Kesalahan Yang Sama', M Taufik Membalas: Anies Levelnya Capres!

Disinggung PDIP Soal 'Kesalahan Yang Sama', M Taufik Membalas: Anies Levelnya Capres!

Disinggung PDIP Soal 'Kesalahan Yang Sama', M Taufik Membalas: Anies Levelnya Capres!

DEMOCRAZY.ID - PDIP menilai penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, M Taufik, ogah jatuh di kesalahan yang sama sehingga tidak memasukkan nama Anies Baswedan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta lagi. 


Taufik menyebut dirinya tidak memasukkan nama Anies di antara tiga calon Gubernur DKI karena Anies adalah calon presiden (capres).


"Karena kan dia calon presiden. Anies calon presiden," ujar Taufik saat dihubungi, Sabtu (1/1/2022).


Taufik menilai level Anies sudah lebih tinggi sekarang. 


Sehingga, dia merasa Anies seharusnya mencalonkan diri sebagai presiden, bukan gubernur lagi.


"Dia levelnya sudah harus lebih tinggi. Iya (jadi capres), kan levelnya sudah lebih tinggi dong," tuturnya.


Hanya, Taufik mengaku belum bisa menyebut siapa yang cocok menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Anies. 


Taufik menyebut apabila Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi cawapres Anies, maka cocok-cocok saja, mengingat politik sangat dinamis.


"Ya saya nggak tahu (cawapres Anies). Kan di hasil survei dia tiga besar itu kan dia masuk terus," ucap Taufik.


"Ya saya kira politik itu kan nggak ada yang nggak cocok, politik itu kan dinamis," sambung Taufik saat ditanya apakah Anies cocok didampingi oleh Prabowo sebagai cawapres nya.


Sementara itu, Taufik menyerang balik Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono yang menilai dirinya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. 


Menurut Taufik, dirinya justru menang karena Anies berhasil menjadi Gubernur DKI saat dicalonkan oleh partainya pada 2017 lalu.


"Yang salah yang kalah dong, yang masang orangnya salah. Kita kan menang, bener dong masang orangnya," imbuh Taufik.


Sebelumnya, M Taufik menyebut tiga nama yang dianggapnya berpotensi menggantikan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. 


PDIP menilai Taufik ogah jatuh di kesalahan yang sama sehingga membicarakan tiga nama pengganti Anies.


"Ya kalau melihat apa yang disampaikan Pak Taufik ya pastilah, Pak Taufik Sendiri melihat bahwa lima tahun ini melihat bahwa Anies tidak bisa, tidak mampu menjawab persoalan Jakarta. Kenapa pandangan itu muncul dari Pak Taufik, karena Pak Taufik melihat secara langsung bahwa Pak Anies tidak mampu menjawab persoalan Jakarta selama lima tahun. Karena itu tadi kita nggak mungkin akan mengulangi persoalan yang sama dengan orang yang sama juga, gitu loh," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Sabtu (1/1).


Gembong memprediksi Taufik sedang mencari terobosan dari sosok muda untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta setelah Anies Baswedan. 


Dia menyebut Taufik tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.


"Mungkin jalan pikiran Pak Taufik seperti itu. Beliau mencari terobosan, terobosannya apa, mencari kader muda itu terobosan yang dilontarkan Pak Taufik karena ini eranya anak muda, eranya generasi muda yang lebih energik yang lebih punya pandangan jauh ke depan. Itu mungkin begitu pikirannya Pak Taufik begitu," ujarnya. [Democrazy/dtk]