-->

Breaking

logo

18 Januari 2022

Di Hadapan Pendeta Gilbert, Habib Kribo Blak-blakan Ungkap Mau Ikut Yesus

Di Hadapan Pendeta Gilbert, Habib Kribo Blak-blakan Ungkap Mau Ikut Yesus

Di Hadapan Pendeta Gilbert, Habib Kribo Blak-blakan Ungkap Mau Ikut Yesus

DEMOCRAZY.ID - Habib Zein Assegaf alias Habib Kribo mengaku ingin mengikuti teladan Yesus dalam menegakkan kebenaran. 


Terlebih, usaha memperjuangkan kebenaran itu juga dilakukan dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.


Dalam bincang-bincang bersama pendeta Gilbert Lumoindong di saluran YouTube milknya, Habib Kribo mengungkapkan awal mulanya dia bersikap kritis terhadap gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam namun dengan kekerasan, salah satunya pada organisasi massa (Ormas) Front Pembela Islam (FPI).


"Saya itu menolak gerakan radikal FPI itu sejak berdirinya FPI, saya seorang diri Habib, saya enggak punya teman, enggak punya ormas, saya lantang. 


Tahun 98an, dari saya muda, saya sendiri sampai dituduh ekstrem, saya macam-macam oleh komunitas habib. 


Karena dulu masih euforia dengan keberadaan Rizieq. Tolak ukur saya begini, leluhur saya yang seperti ini, gebukin orang, gebukin warung," kata Habib Kribo, pada Selasa, 18 Januari 2022.


Kemudian dia menjelaskan bahwa selama ini yang diajarkan oleh leluhurnya, habib merupakan gelar yang penuh dengan kebaikan dan kedamaian.


"Kakek saya dulu begitu, mengorbankan dirinya, tidak pernah kasar, tidak macam-macam, gerakannya itu damai," ujarnya.


Kendati demikian usaha Habib Kribo dalam memberi masukan soal gerakan Islam yang penuh kelembutan tersebut tidak didengar. 


Bahkan dia juga sempat disebut sebagai orang yang terafiliasi gerakan ekstrem.


Habib Kribo pun mendapat berbagai serangkaian teror dari berbagai pihak.


"Tapi maklumlah saya ini kan seorang diri, dulu juga saya bukan orang kaya, jadi suara saya tidak pernah didengar, tapi saya tetap akan berjuang dan pokoknya akan bersuara. Saya enggak mau hidup jadi saksi kebatilan, terorlah terjadi," jelas Habib Kribo.


Habib Kribo Teladani Yesus dan Nabi Muhammad!


Puncak teror yang dialami Habib Kribo terjadi ketika dia bersuara keras membela mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.


Waktu itu dia menegaskan bahwa Ahok bukanlah seorang kafir sebagaimana yang digemborkan beberapa waktu silam.


Bukannya takut menghadapi teror, Habib Kribo justru menganggap bahwa teror yang terjadi sebagai bukti dirinya berada di jalan yang benar.


"Di situ saya terus berontak enggak terima Ahok dibilang kafir, saya sendiri yang dukung, itu teror macam-macam, ditempel stikerlah di rumah saya sampai ibu saya tahu. 


Tapi saya enggak mundur mau diancam apapun, saya justru senang kalau ada yang teror, berarti saya benar. Saya mau ikut Yesus juga kok, maju enggak pernah takut, Nabi Muhammad juga begitu," tegas Habib Kribo.


"Bagi saya kalau agama itu cuma ritual ya jangan ngaku jadi pengikut para Rasul lah, Yesus sendiri kan berani melawan tanpa senjata untuk menegakkan kebenaran, itu saya nikmati, Nabi Muhammad juga begitu," imbuhnya. [Democrazy/hops]