Begini Pandangan Islam Tentang Sesajen Menurut Buya Yahya | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Rabu, 12 Januari 2022

Begini Pandangan Islam Tentang Sesajen Menurut Buya Yahya

Begini Pandangan Islam Tentang Sesajen Menurut Buya Yahya

Begini Pandangan Islam Tentang Sesajen Menurut Buya Yahya

DEMOCRAZY.ID - Ulama aswajah, Yahya Zainul Ma'arif atau yang lebih akrab disapa Buya Yahya mengatakan, tradisi memberikan makanan ke arwah orang yang telah meninggal, atau yang disebut sesajen, tidak dibenarkan dalam Islam.


Buya Yahya menjelaskan itu, setelah salah satu jamaah menanyakan tentang tradisi di beberapa perkampungan yang hingga saat ini masih menyediakan makanan untuk orang yang telah meninggal.


Di hari-hari tertentu, arwah yang orang telah meninggal diyakini berkunjung ke rumah. 


Sehingga keluarga orang yang telah meninggal itu menyiapkan beragam makanan kesukaannya.


Menurut Buya Yahya, tradisi itu tidak dibenarkan. Sebab arwah orang yang telah meninggal sudah berbeda alam dengan orang yang masih hidup.


"Arwahnya orang beriman, orang saleh yang baik, di alam barzah mendapat kenikmatan-kenikmatan surga. Dia nggek perlu lagi jalan-jalan ambil nasi," ujar Buya Yahya dikutip dari kalan YouTube Al-Bahjah TV, Selasa 12 Januari 2022.


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah- Cirebon- ini mengatakan, arwah orang yang meninggal sudah berbeda dengan kehidupan di dunia. 


"Bagi (arwah) yang kafir yang ngga punya iman dan sebagainya, dia disiksa di alam barzah, ngga sempat jalan-jalan," kata Buya Yahya.


Dia mengatakan, keyakinan sesajen untuk arwah leluhur dan sebagainya adalah keyakinan yang tidak benar.


"Ini keyaknian yang ngga benar. Dikasih nasi, dimakan sama kucing. Ngga bleh keykinan-keyakinan seperti itu," ucapnya. 


Dia menjelaskan bahwa roh orang yang telah meninggal itu tidak terikat lagi dengan materi di dunia. 


Dengan kebutuhan di dunia. Sebab alamnya sudah berbeda.


"Rohnya orang yang meninggal itu tidak terikat dengan materi, karena alamnya, alam beda. Namanya alam barzah," katanya.


"Jadi itu keyakinan ngga ada, kalau memang punya makanan bawa ke masjid, kasih makan orang di masjid, nanti pahalanya nyampe.," sambungnya. [Democrazy/fin]