-->

Breaking

logo

01 Januari 2022

Beda dengan Zaman Ahok, Wakil Ketua DPRD DKI: Jakarta Era Anies Tidak Ada Suasana Gaduh

Beda dengan Zaman Ahok, Wakil Ketua DPRD DKI: Jakarta Era Anies Tidak Ada Suasana Gaduh

Beda dengan Zaman Ahok, Wakil Ketua DPRD DKI: Jakarta Era Anies Tidak Ada Suasana Gaduh

DEMOCRAZY.ID - Semenjak Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, iklim perpolitikan Ibu Kota disebut teduh dan tenang. 


Hal ini berbeda dari periode sebelumnya, era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang hampir setiap hari selalu bikin suasana gaduh.


“Jadi, semacam ada ketenangan batiniyah selama masa kepemimpinan Pak Anies. Pemerintahan di DKI Jakarta berjalan tenang, kalau dulu kan gaduh,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik saat menyampaikan Refleksi Politik DKI Tahun 2021, di Wisma Garuda Jalan SD Lama No 2, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (31/12/2021) malam.


Menurut Taufik, selama ini gaya kepemimpinan Anies juga mengahadirkan ketenangan bagi para pejabat di lingkungan Pemprov DKI.


“Ada ketenangan batin dalam bekerja. Kita semua nggak bisa tutup mata. Saya kira orang yang tidak setuju, hanya mereka yang memang sejak awal tidak suka dengan Pak Anies,” ucap Taufik.


Lebih jauh, Taufik juga menyebut sepanjang 2021 ada banyak program Anies di Jakarta yang hampir rampung. 


Salah satu yang paling menonjol adalah stadion Persija, Jakarta International Stadium (JIS) yang saat ini tinggal finishing.


“Pak Anies telah menuntaskan janjinya kepada warga Jakarta dalam membangun stadion bertaraf internasional JIS, ini akan menjadi kebanggaan warga Jakarta, khususnya bagi teman-teman suporter Thejakmania,” ungkapnya.


“Bayangkan, sekian lama republik ini berdiri, Ibu Kota Negara baru sekarang memiliki stadion sendiri. Selama ini kita sewa lapangan GBK itu lapangan milik pemerintah pusat atau Timnas. Sedangkan di Lebak Bulus itu masih kelas tarkam. Sekarang kita memiliki stadion berkapasitas 82 ribu, ini luar biasa,” bebernya.


Diakui Taufik, yang membuat dirinya lebih bangga lagi adalah, dalam pengerjaan proyek stadion tersebut tidak ada satu pun pekerja asing, termasuk dari TKA China.


“Jadi, semua pekerjanya adalah orang indonesia. Insyaallah, stadion JIS akan rampung Maret 2022 dan akan menjadi stadion terbaik di Asia,” imbuhnya.


Selanjutnya, Taufik juga mengapresiasi keberhasilan Anies dalam mengendalikan Pandemi Covid-19 di Jakarta.


“Alhamdulillah, Jakarta sebagai episentrum Covid berhasil dengan cepat melewati masa-masa sulit, terbukti kebijakan Pak Anies kemudian menjadi role model penanganan covid di daerah-daerah,” katanya.


Namun demikian, dia meminta tahun 2022 ini warga Jakarta tidak lengah dengan tetap menerapkan prokes ketat. 


Terlebih dengan adanya varian baru Omicron yang mulai masuk ke Indonesia.


Terakhir, Taufik kemudian bicara soal event Formula E yang sempat diributkan koleganya di DPRD DKI. 


Dia mengatakan Formula bukan untuk kepentingan pribadi Anies, melainkan untuk Indonesia di mata internasional.


“Seluruh kota besar di dunia punya event internasional, sehingga ada kepercayaan dunia terhadap kota tersebut. Begitu juga, nanti di Formula E ketika ini terselenggara akan muncul kepercayaan dari belahan dunia bahwa Indonesia aman, termasuk dari covid,” jelas Taufik.


Taufik bahkan menyebut, ajang Formula E bisa menjadi simbol kepercayaan investor dari negara-negara luar untuk berinvestasi di dalam negeri.


“Jadi, sebuah Ibu Kota, saya kira memang harus mempunyai event-event internasional. Dengan Formula E, Anies akan meninggalkan sesuatu yang akan menjadi simbol kepercayaan penjuru dunia terhadap kota Jakarta dan Indonesia. Jadi, ini sebenarnya untuk bangsa dan ekonomi kita,” paparnya.


Untuk itu, Taufik menitip pesan kepada Anies agar dalam waktu kurang lebih 9 bulan kepemimpinannya dapat menuntaskan seluruh program yang bisa meningkatkan geliat ekonomi di Jakarta. [Democrazy/krn]