-->

Breaking

logo

12 Januari 2022

Ade Armando Sebut Kasus Ferdinand Akan Sulit Sekali di Persidangan, Ini Alasannya

Ade Armando Sebut Kasus Ferdinand Akan Sulit Sekali di Persidangan, Ini Alasannya

Ade Armando Sebut Kasus Ferdinand Akan Sulit Sekali di Persidangan, Ini Alasannya

DEMOCRAZY.ID - Ade Armando berpandangan cuitan Ferdinand Hutahaean yang berbuntut hukum ini akan susah dibuktikan di pengadilan nanti. 


Ade bingung bagaimana nanti mengukur dalih ujaran kebencian dalam cuiatan Ferdinand soal Allahmu lemah Allahku kuat maha segalanya.


Dosen komunikasi itu mengatakan Ferdinand yang menuliskan cuitan Allahmu lemah dengan bahasa yang aman.


Ade yang menganalisis teks cuitan Ferdinand itu, nggak menemukan tanda-tanda arah teks tersebut berisi ujaran kebencian.


"Saya ini orang komunikasi, tiap teks itu punya makna. Dalam cuitan Ferdinand itu, sulit lho menangkap makna itu," jelasnya dalam dialog Catatan Demokrasi TV One, Selasa malam 11 Januari 2022.


Cuitan Ferdinand Sulit Dibuktikan di Pengadilan


Pegiat konten Cokro TV ini menilai dari cuitan itu, Ferdinand tidak sedang menghina Allah, jelas sekali dalam cuitan itu Ferdinand justru sedang mengagungkan Allah, dengan mengatakan Allah maka kuat.


Soal kata-kata membandingkan Allahmu dan Allahku, Ade pun menilai itu nggak ada masalah. Apa salahnya coba, apalagi Ferdinand itu mualaf.


Jadi Ade memprediksi nanti akan sulit membuktikan dalih ujaran kebencian yang dijeratkan pada Ferdinand.


"Allahmu itu kepada siapa? harus dibuktikan, sulit sekali di pengadilan pembuktiannya nanti, siapa Allahmu itu ke siapa? yang ada adalah itu bentuk interpretasi orang soal siapa -mu dan siapa -ku di cuitan tersebut," jelasnya.


Kalau ada pihak yang menuding Ferdinand menyebarkan permusuhan dengan cuitan itu, Ade sih nggak sepakat buru-buru bilang begitu. Tunggu dulu dong.


"Menimbulkan permusuhan terhadap siapa? memang sangat abstrak tidak jelas (yang dimaksud Ferdinand). Gimana nanti pengadilan buktikan itu dialog imajiner (Ferdinand)," ujar Ade.


Kebencian Kepada Siapa?


Taruhlah cuitan Ferdinand itu ditujukan ke kelompok tertentu, tapi kan dari teks cuitan itu masyarakat tidak tahu persis siapa kelompok yang dimaksud Ferdinand.


"Kelompok mana yang interpretasikan Allahnya yang lemah. Ini kalimatnya sebarkan permusuhan dan kebencian kepada siapa, kita sendiri pun ragu. Itu ke siapa?" jelasnya.


Ade Armando membandingkan teks cuitan Ferdinand soal Allahmu lemah dengan ceramah Habib Bahar yang jelas mengandung fitnah atau hoax. 


Sebab Habib Bahar itu kan bilang 6 laskar FPI kemaluannya disilet. Padahal menurut hasil autopsi tidak ada itu kemaluan mereka disilet. 


Beda dengan Ferdinand, ini abstrak kok soal Allahmu lemah itu tertuju ke siapa coba. [Democrazy/hops]