-->

Breaking

logo

04 Desember 2021

Viral! Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Ketua Adat, “Monyet Kau!”

Viral! Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Ketua Adat, “Monyet Kau!”

Viral! Gubernur NTT Viktor Laiskodat ke Ketua Adat, “Monyet Kau!”

DEMOCRAZY.ID - Sebuah video yang menampilkan perdebatan antara Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat dengan Ketua Adat Marapu, Sumba, Umbu Maramba Hawu viral di media sosial.


Debat itu terkait masalah tanah. Dalam video, Viktor sempat mengancam dan melontarkan hinaan kepada Umbu. 


Dalam video tersebut tampak Viktor dan rombongannya duduk di kursi. 


Di depan rombongan itu, duduk juga Umbu Maramba. 


Awalnya, Umbu Maramba mengatakan pemerintah harus menghargai Tanah Ulayat. 


Menurutnya, seorang gubernur tidak boleh memberikan tanah tersebut ke pihak lain karena itu sudah sejalan dengan peraturan. 


“Saya tidak melawan pemerintah, tidak melawan gubernur karena itu sudah aturannya. Tetapi, kita sebagai manusia yang tahu, berarti kita harus menghargai hak Ulayat. Kita harus menghargai karena ini sudah ada di dalam aturan, itu saja,” tutur Umbu dalam video, dikutip Kamis (2/12/2021).


“Tetapi kalau Pak Gubernur kasar-kasar begini, eh saya juga tidak mau lari, mati na mati. Saya punya keluarga juga banyak, mereka mau mati juga gara-gara ini tanah,” katanya. 


Viktor pun kemudian membantah pernyataan Umbu tersebut. 


Menurut Viktor, pihaknya datang untuk mengurus tanah bukan untuk menembak. 


“Siapa yang mau kasih mati? Saya datang di sini bukan untuk kasih mati lu. Saya datang di sini untuk urus kalian punya hidup. Makanya saya mau urus ini tanah. Kau mengerti atau tidak?” kata Viktor. 


Terlihat, Viktor juga mengancam akan memenjarakan Umbu dan masyarakat adat jika tak patuh dengan pemerintah. 


“Datang omong supaya saya urus baik-baik buat kalian. Tetapi, kalau kalian berbeda dengan pemerintah supaya ganggu, kalian akan berhadapan dengan saya,” ujarnya. 


“Saya tidak tembak kalian, tidak ada. Saya angkut kalian kasih masuk di penjara. Kalian berhadapan dengan pemerintah, dengar itu baik-baik. Saya yang berurusan, saya gubernur, saya tidak takut,” ujar Viktor. 


Viktor menegaskan, tanah tersebut milik pemerintah provinsi. 


“Tanah ini masuk aset punya provinsi. Kau jangan bantah-bantah, nanti saya bangun saya falungku (pukul) kau!” serunya.


“Kita hanya tani saja,” jawab Umbu. 


“Saya gubernur, datang ke sini capek… monyet kau! Kamu pikir ini siapa?” balas Viktor. [Democrazy/herald]