Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Turun Drastis, Polri Meningkat Tajam | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Minggu, 05 Desember 2021

Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Turun Drastis, Polri Meningkat Tajam

Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Turun Drastis, Polri Meningkat Tajam

Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Turun Drastis, Polri Meningkat Tajam

DEMOCRAZY.ID - Hasil survei Indikator menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menurun sejak 2018 hingga 2021.


Sementara kepercayaan publik terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) justru meningkat tajam.


"KPK biasanya nomor dua atau tiga, sekarang terpelanting ke nomor bawah. Jadi yang nomor tiga adalah polisi," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat pemaparan survei secara daring, Minggu (5/12/2021).


Burhanuddin mengatakan, 64 persen responden cukup percaya dengan polisi. Sedangkan hanya 59 persen yang cukup percaya dengan KPK.


"Polisi sekarang sudah menjadi lembaga hukum paling dipercaya publik. Bukan lagi KPK. KPK cuma 59 persen," kata Burhanuddin.


Ia menjelaskan, KPK sebelumnya konsisten berada di urutan kedua atau ketiga sejak 2015. 


Kemudian sejak 2018, tren kepercayaan publik terus menurun.


Survei Indikator: Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap KPK Turun Drastis, Polri Meningkat Tajam


Pada tahun 2019 dan 2020, kepercayaan publik terhadap KPK dan Polri seimbang.


Namun pada tahun 2021, terjadi perbedaan yang sangat jauh antara kedua instansi pemerintah tersebut.


"Trust terhadap polisi meningkat tajam, naik sekitar 7 persen dibanding tahun lalu. Tapi KPK terus menurun hingga bulan November (2021)," terangnya.


Indikator Politik Indonesia melakukan survei tatap muka pada 2-6 November 2021.


Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden mencapai 2.020 orang.


Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [Democrazy/ktv]