Seru! Mantan Wakil Kepala BIN As’ad Ali Putuskan Maju Jadi Caketum PBNU Tantang Yahya Staquf dan Said Aqil | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Kamis, 23 Desember 2021

Seru! Mantan Wakil Kepala BIN As’ad Ali Putuskan Maju Jadi Caketum PBNU Tantang Yahya Staquf dan Said Aqil

Seru! Mantan Wakil Kepala BIN As’ad Ali Putuskan Maju Jadi Caketum PBNU Tantang Yahya Staquf dan Said Aqil

Seru! Mantan Wakil Kepala BIN As’ad Ali Putuskan Maju Jadi Caketum PBNU Tantang Yahya Staquf dan Said Aqil

DEMOCRAZY.ID - Kontestasi perebutan kursi Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-34 di Lampung makin seru.


Hal ini setelah mantan Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 As’ad Said Ali resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketum menantang petahana Said Aqil Siradj dan Yahya Cholil Staquf yang lebih dulu menyatakan maju.


As’ad yang juga pernah menjabat Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu mengaku sudah mendaftarkan diri ke Panitia Muktamar sejak pekan lalu.


“Iya benar, sudah dari pekan lalu,” kata As’ad kepada pers, Kamis (23/12/2021).


Kendati demikian, As’ad membantah rumor yang menegaskan pencalonannya untuk menggerus suara Yahya Staquf. 


Mengingat, sebelum As’ad mencalonkan diri, Yahya hanya berhadapan langsung dengan Said Aqil.


As’ad mengaku punya basis pendukung sendiri. Dia mengklaim tak ada niat untuk mencuri suara dari Yahya.


“Kalau ambil suara, dia belum menang kok. Kan baru asumsi. Saya enggak ambil suara, suara pendukung saya sendiri,” jelas As’ad.


As’ad pun mengaku, keputusannya baru maju mencalonkan diri di ujung karena diminta oleh para kiai sepuh NU. 


Dia pun hadir sebagai kandidat ketiga untuk mencegah perpecahan di NU.


Menurut As’ad, persaingan Said dan Yahya begitu runcing. Para kiai khawatir pemilihan ketua umum PBNU kali ini justru memecah belah NU.


“Ketika ada dua pihak bersaing dengan tajam, ketiga jadi penengahnya supaya minimal percikan jadi mereda. Siapa tahu menjadi calon alternatif,” ujarnya.


As’ad mengaku belum menghitung kans kemenangan dirinya. 


Namun, ia begitu yakin bisa menjalani kontestasi ini karena pernah menggagas program kader penggerak NU.


“Kita kan sudah bikin pendidikan kader penggerak NU yang jumlahnya 11 ribu titik mulai 2011 sampai sekarang. Walaupun saya 2016 sudah tidak ikut, tapi tetap itu mempersiapkan kemandirian,” tuturnya.


As’ad juga merespons tagar #KyaiAsadAliMenang di Twitter. Dia bersyukur mendapat dukungan moral dari masyarakat. 


Namun, ia menegaskan dukungan itu tak mengubah apapun dalam pemilihan ketua umum PBNU.


“Yang penting kan dukungan dalam sidang itu. Ya kita belum tahu hitungannya,” tutur As’ad. [Democrazy/krn]