Ruhut Sitompul Sebut Eks FPI Lakukan Operasi Rahasia Layaknya Anggota PKI | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Senin, 27 Desember 2021

Ruhut Sitompul Sebut Eks FPI Lakukan Operasi Rahasia Layaknya Anggota PKI

Ruhut Sitompul Sebut Eks FPI Lakukan Operasi Rahasia Layaknya Anggota PKI

Ruhut Sitompul Sebut Eks FPI Lakukan Operasi Rahasia Layaknya Anggota PKI

DEMOCRAZY.ID - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul meminta seluruh organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia waspada terhadap keberadaan kader eks Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 


Hal itu dikatakan Ruhut sekaligus menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengeklaim pembubaran Front Pembela Islam (FPI) membuat masyarakat senang. 


Ruhut mengatakan saat ini banyak eks kader FPI dan HTI yang bergabung masuk berbagai ormas.


"Banyak sekarang kader-kader mereka (eks FPI) yang masuk ke ormas-ormas itu, karena itu mereka (ormas) jadi brutal. Hati-hati, begitu juga partai-partai politik," kata Ruhut, Senin (27/12). 


"Waspadalah-waspadalah operasi tanpa bentuk dari mereka, sudah seperti PKI saja. Sudah masuk ke mana-mana, karena saya tahu selama ini ormas-ormas itu tidak begitu kok sekarang jadi galak banget," sambung Ruhut.


Adapun Ruhut mengaku juga setuju dengan apa yang dikatakan Mahfud. 


Usai FPI dibubarkan, lanjut Ruhut, saat ini tidak ada lagi kegiatan razia yang berkaitan dengan keagamaan.


"Jadi, otomatis Umat Kristiani senang, begitu juga Umat Hindu, Budha merayakan nyepi, kan, aman semua. Jadi, apa yang dikatakan Pak Mahfud sebagai Menko Polhukam itu sudah benar," ujar Ruhut Sitompul. 


Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengeklaim pembubaran FPI membuat masyarakat senang.


Sebab, kata mantan Ketua MK itu, iklim politik lebih stabil tanpa organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab tersebut.


"Sesudah itu (FPI dibubarkan, red), kan, masyarakat senang, ternyata terasa hidup nyaman sekarang. Sesudah itu dibubarkan, politik stabil," kata Mahfud dalam diskusi virtual pada Minggu (26/12). [Democrazy/jpnn]