-->

Breaking

logo

30 Desember 2021

Pidato Giring Serang Anies, Akademisi: Bukan Contoh Pidato Politik yang Baik!

Pidato Giring Serang Anies, Akademisi: Bukan Contoh Pidato Politik yang Baik!

Pidato Giring Serang Anies, Akademisi: Bukan Contoh Pidato Politik yang Baik!

DEMOCRAZY.ID - Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Ajeng Widya Prakasita, M.A menilai, pidato Giring Ganesha pada puncak perayaan HUT ke-7 PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Rabu, 22 Desember 2021 lalu bukan contoh pidato politik ketua umum partai yang baik.


Sebagai ketua umum partai, demikian menurut Ajeng, Giring seharusnya tidak mengobarkan narasi-narasi politik kebencian dan permusuhan. 


Apalagi, pidato tersebut disapaikan dalam forum resmi partai yang turut dihadiri langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).


“Saya menonton pidato itu. Pidato yang disampaikan Giring PSI kasar banget dan dipenuhi narasi-narasi kebencian. Ini bukan contoh yang baik pidato ketua umum partai,” ucapnya saat dihubungi lewat saluran seluler dari Jakarta, Kamis, 30 Desember 2021.


Giring dalam pidatonya kembali mengobarkan politik kebencian dengan mengungkit istilah ‘pemimpin pebohong‘. 


Saat itu, dia menyebut masa depan Indonesia suram apabila dipimpin pembohong dan sosok intoleran yang pernah dipecat Presiden Jokowi karena tidak becus berkerja.


Publik lantas menduga bahwa pidato Giring tersebut diarahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 


Dugaan itu wajar, mengingat bukan kali pertama eks vokalis band Nidji ini melontarkan tuduhan serupa.


Misalnya, saat Giring masih menjabat Plt Ketum PSI. Dalam sebuah video di akun Twitter resmi PSI, Senin, 20 September 2021, dia memfitnah Anies sebagai pemimpin pembohong yang tak boleh menjadi presiden di tahun 2024.


“Bagi saya wajar jika masyarakat menduga, kalo pidato Giring ini untuk Pak Anies. Terlebih, Giring dan PSI ini sebelum-sebelumnya getol banget kan nyerang Pak Anies dengan narasi-narasi serupa. Jadi, wajar jika masyarakat menyebut, Giring (dalam pidatonya) sedang menyerang Pak Anies,” tutur dia.


Senada, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin juga menduga, pernyataan Giring tersebut diarahkan kepada Anies. 


Meskipun dalam pernyataannya, Giring tidak menyebut secara spesifik sosok pembohong dan intoleran yang dimaksud.


“Pernyataan tersebut kelihatannya ditunjukkan untuk Anies. Karena bagi PSI, Anies adalah lawan dan musuh politik yang tak boleh jadi presiden. Jadi hari-harinya akan terus menyerang Anies,” ucap Ujang di Jakarta, Jumat, 24 Desember 2021.


Ujang lalu mengaitkan pidato Giring dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menuding Anies sebagai pemimpin pembohong. 


“Seperti juga pada pernyataan-pernyataan Giring sebelumnya yang selalu serang Anies. Mudah dibaca dan ditebak manuver yang dilakukan oleh Giring tersebut. Dengan berpolitik seperti itu justru akan merugikan PSI sendiri,” ungkap dia.


Dalam etika politik, demikian jelas Ujang, pidato Giring pada acara HUT ke-7 PSI tersebut harusnya tidak sampai terucap. 


“Mestinya Giring tak usah hajar dan serang Anies. Itu tak bagus. Lebih baik munculkan saja prestasi-preerasi PSI di hadapan rakyat. Itu jabih elegan,” saran Ujang.


Kendaki demikian, Ujang menyadari, bahwa PSI hanyalah partai kecil yang gagal mengantarkan kadernya ke Senayan pada Pemilu 2019 lalu. 


Sehingga, apa yang dilakukan Giring tak lain hanya untuk mencari sensasi agar tetap eksis.


“Itulah cara pendekatan PSI dalam berpolitik. Masih cari sensasi untuk dapatkan simpati. Padahal yang dilakukannya kontraproduktif. Mestinya hadirkan dan munculkan prestasi-prestasi PSI dan Giring sebagai Ketum PSI,” demikian Ujang. [Democrazy/kba]