Persilakan Para Menteri ke Semeru, Sudjiwo Tejo: Kecuali Menteri Satu Ini, Please Tahu Diri, Ndak Usah ke Sana! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Minggu, 05 Desember 2021

Persilakan Para Menteri ke Semeru, Sudjiwo Tejo: Kecuali Menteri Satu Ini, Please Tahu Diri, Ndak Usah ke Sana!

Persilakan Para Menteri ke Semeru, Sudjiwo Tejo: Kecuali Menteri Satu Ini, Please Tahu Diri, Ndak Usah ke Sana!

Persilakan Para Menteri ke Semeru, Sudjiwo Tejo: Kecuali Menteri Satu Ini, Please Tahu Diri, Ndak Usah ke Sana!

DEMOCRAZY.ID - Budayawan, Sujiwo Tejo mempersilakan para menteri untuk berangkat membantu para korban erupsi Gunung Semeru. 


Namun, ia menyebut bahwa ada salah satu menteri di Kabinet Presiden Jokowi yang sebaiknya tak usah berangkat. 


Sujiwo Tejo bahkan memohon agar menteri yang tak ia sebutkan namanya dan jabatan spesifiknya itu untuk tahu diri.


Ia mengkhawatirkan bahwa jika menteri tersebut berangkat, keadaan justru akan ribut. 


“Menteri-menteri monggo silakan ke Semeru .. semuanya .. kecuali yang satu ini,” kata Sudjiwo Tedjo melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 5 November 2021.


“Ntar malah bikin ribut. Please menteri yang satu ini tahu diri ndak usah pakek ke sana,” tambahnya. 


Meski Sujiwo Tejo tak menyebutkan nama siapa pun, para netizen di kolom komentar nampak memikiki asumsi mereka tersendiri. 


Beberapa netizen nampak mengunggah gambar, meme, dan karikatur Menteri Sosial, Tri Rismaharini.


Akhir-akhir ini, Risma memang kerap kali mengundang kritik dan sindiran dari berbagai pihak. 


Terbaru, ia dikritik karena memaksa anak disabilitas Tuli untuk berbicara. 


Adapun Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021 dan menelan korban jiwa serta korban luka. 


Dilansir dari BBC Indonesia, dalam keterangan hari Minggu petang, 5 Desember 2021, BNPB mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa yang telah ditemukan sudah ada 14 orang. 


“Jumlah korban meninggal dunia, terdata hingga saat ini (Minggu petang WIB) 14 orang,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari. 


Katanya, dari para korban meninggal tersebut, lima yang berada di RS Bhayangkara, Lumajang belum bisa diindentifikasi. 


“Untuk korban luka berat, 35 orang adapun yang luka ringan berjumlah 21 orang sehingga jumlah total korban luka adalah 56 orang,” ungkap Muhari. [Democrazy/terkini]