-->

Breaking

logo

30 Desember 2021

Pendukung Jokowi: Giring Jangan Hina Anies Baswedan!

Pendukung Jokowi: Giring Jangan Hina Anies Baswedan!

Pendukung Jokowi: Giring Jangan Hina Anies Baswedan!

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah Banten H Ali Mujahidin meminta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha jangan menghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Apalagi hanya bertujuan untuk eksis atau popularitas.


“Kami dua periode konsisten mendukung Presiden Jokowi, tapi tidak tertarik untuk menjatuhkan orang lain, karena tidak ada gunanya dan akan jadi politik murah yang tidak bernilai,” kata Mumu, panggilan H Ali Mujahidin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 30 Desember 2021.


Mumu menilai, pidato Giring di depan Jokowi di saat ulang tahun partai tersebut sangat tendensius karena menghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sangat berpeluang dipilih sebagai Presiden Republik Indonesia.


Orasi Giring terkesan sebagai bentuk statment politik yang belum dewasa, tidak mencerminkan etika politik yang berbudi luhur high politic dan seolah hanya bagaikan orang yang sedang belajar orasi politik di atas panggung.


Orasi yang disampaikan sama sekali tidak mencerminkan harmoni jiwa kepemimpinan, jiwa kenegarawanan dan jiwa kebangsaan yang idealnya melekat pada seorang pilitisi dan pimpinan Parpol yang biasanya adalah Negarawan.


“Giring itu sebagai politisi baru sebaiknya mengekspresikan jati dirinya sebagai generasi calon pemimpin masa depan bangsa yang idealis, bukan mengumbar kebencian dan memicu permusuhan,” kata Mumu.


Dia juga sabaiknya berhitung bahwa dari setiap kalimat yang dilontarkan berdampak pada penilaian dan sikap orang lain, baik Anis Baswedan sendiri, keluarganya, sahabat pendukungnya serta masyarakat pada umumnya.


Menurut Mumu, bisa jadi Giing ingin eksis atau menurutnya pandangannya “Pengen dialem” alias dipuji oleh Jokowi yang ada di depannya saat berorasi.


Tetapi menurut Mumu, justru itu blunder, karena Jokowi adalah Presiden yang memberikan keteladanan mencintai persatuan dan kekeluargaan sebagai mana contoh yang diberikan oleh Jokowi saat merangkul lawan-lawan politiknya.


“Mau eksis dan dipuji ya.. boleh-boleh saja, tapi tanpa harus menjelekan orang lain dan berbeda pandangan boleh, tapi menghina dan menjatuhkan orang lain agar dirinya eksis ya tidak baik itu,” katanya.


Dalan politik, lanjut Mumu, salah satunya bagaimana menggalang dukungan bukan menuai permusuhan dan kebencian dan jadilah politisi yang berkepribadian, berbudi pekerti yang luhur kemudian jangan menjadi politisi yang takabur.


Kalau pun yang di ajak Giring untuk membenci Anies adalah anak-anak  muda, Mumu yakin anak muda juga tidak suka, karena anak muda Indonesia justru lebih cendrung ingin mrncontoh politisi yang berjiwa  satria sebagai negarawan, bermoral, berpendidikan, berprestasi yang kami kira justru itu melekat ada pada diri Anis Baswedan yang latar belakang kepemimpinan dan pendidikannya jelas.


“Anies bukan datang dari dunia hiburan yang kemudian aji mumpung memanfaatkan popularitasnya terjun ke dunia politik dan berulah membuat kegaduhan,” katanya.


Di sisi lain, tentu sikap Giring yang terkesan arogan dan cari muka itu sangan menguntungkan bagi Anies Baswedan, karena kalau boleh jujur Giring menyerang Anis itu ya tidak apple to apple, tidak imbang.


“Jadi saran saya, Giring jangan menghina Anis Baswedan,” kata Mumu.


Meskipun demikian, lanjutnya, ada pelajaran penting bagi masyarakat, bahwa perlu perhatikan ke depan untuk tidak memberikan dukungan dan memilih politisi yang tidak memiliki latar belakang wawasan kebangsaan, tidak memiliki politik budi luhur, dan tidak memiliki jiwa kenegarawanan yang baik.


“Kasihan kalau politisi itu tidak memiliki wawasan kebangsaan dan jiwa kenegarawanan ya terkesan pontang-panting jadinya mencari celah eksistensi dirinya,” tutup Mumu. [Democrazy/kba]