Breaking

logo

25 Desember 2021

Muncul Dugaan Pidato Kontroversial Giring PSI Sengaja Disetting untuk Mengambil Ceruk Suara Pemilih Ahok

Muncul Dugaan Pidato Kontroversial Giring PSI Sengaja Disetting untuk Mengambil Ceruk Suara Pemilih Ahok

Muncul Dugaan Pidato Kontroversial Giring PSI Sengaja Disetting untuk Mengambil Ceruk Suara Pemilih Ahok

DEMOCRAZY.ID - Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha yang menyebut Indonesia menjadi suram apabila dipimpin oleh seorang pembohong yang pernah dipecat Presiden Joko Widodo dikritisi publik.


Selain dianggap bermuatan kebencian, pidato mantan vokalis band Nidji tersebut makin menurunkan kelasnya sebagai politisi yang baru terjun di dunia politik.


"Heran saja, orang baru di ranah politik kok pidatonya begitu amat," kata politisi Demokrat, Soeyoto dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (25/12).


Ada dua kemungkinan yang mendasari pidato pria yang baru ditunjuk sebagai ketua umum partai di pertengahan bulan November lalu.


Pertama, Giring terkesan tidak mengerti dengan dunia politik Tanah Air. 


Hal lain, ada kemungkinan pidato berunsur tuduhan tersebut sengaja didesain demi mendapat simpati rakyat.


Apalagi, tak sedikit pihak yang menduga pidato tersebut dilontarkan kepada Anies Baswedan. 


Pada Pilkada 2017 silam, PSI mendukung petahana, Basuki Tjahjaa Purnama alias Ahok.


Kala itu, Ahok tersandung kasus penistaan agama dan diseret ke meja hukum. 


Ahok yang saat itu maju bersama Djarot Saiful Hidayat pun kalah dari Anies Baswedan bersama pasangannya, Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI.


"Apa (Giring) kurang mengerti? Atau memang disetting untuk bicara begitu untuk mengambil ceruk suara (pemilih Ahok) kelihatanya ada nuansa dendam Pilkada DKI," demikian Soeyoto. [Democrazy/rmol]