Meski Dikritik Habis-habisan, Elektabilitas Anies Baswedan Bakal Terus Naik, Pengamat: Serangan PSI Gak Ngaruh! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Senin, 27 Desember 2021

Meski Dikritik Habis-habisan, Elektabilitas Anies Baswedan Bakal Terus Naik, Pengamat: Serangan PSI Gak Ngaruh!

Meski Dikritik Habis-habisan, Elektabilitas Anies Baswedan Bakal Terus Naik, Pengamat: Serangan PSI Gak Ngaruh!

Meski Dikritik Habis-habisan, Elektabilitas Anies Baswedan Bakal Terus Naik, Pengamat: Serangan PSI Gak Ngaruh!

DEMOCRAZY.ID - Elektabilitas Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bakal menurun meski dikritik habis-habisan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).


Justru sebaliknya, elektabilitas Anies akan terus meningkat tajam.


Hal tersebut disampaikan Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga kepada Pojoksatu.id Senin (26/12/2021).


“Kritik PSI tidak akan berpengaruh, selalu mencari celah untuk menyalahkan Anies, saya yakin elektabilitas mas Anies akan terus naik,” ujarnya.


Menurut Jamiluddin, kritik yang disampaikan oleh PSI bukan kritik, tetapi lebih kepada menyerang Anies Baswedan secara pribadi.


“Kritik yang mengemuka sudah mengarah pada upaya menguliti Anies secara personal,” ungkapnya.


Sebelumnya, Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha kembali membuat heboh publik.


Dalam pembukaan acara puncak hari ulang tahun (HUT) ke-7 PSI, Giring menyinggung sosok yang tidak layak menggantikan Jokowi usai 2024.


Giring tidak secara spesifik menyebut siapa sosok yang dimaksud tersebut.


Meski begitu, banyak pihak berspekulasi bahwa sosok yang Giring maksud dalam pidatonya adalah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.


Pasalnya, PSI yang kini masuk dalam DPRD DKI Jakarta selalu berseberangan dengan kebijakan Anies.


“Kemajuan akan terancam jika kelak yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada,” ujarnya.


Lebih lanjut, Giring mengatakan Indonesia akan suram jika dipimpin oleh seorang pembohong.


“Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja,” sambungnya. [Democrazy/pojok]