-->

Breaking

logo

04 Desember 2021

Massa Menghadang Kala Polisi Hendak Turunkan Bendera di Milad GAM

Massa Menghadang Kala Polisi Hendak Turunkan Bendera di Milad GAM

Massa Menghadang Kala Polisi Hendak Turunkan Bendera di Milad GAM

DEMOCRAZY.ID - Sejumlah warga menggelar upacara milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh. 


Warga sempat menghalangi polisi yang hendak menurunkan bendera Bulan Bintang.


Upacara pengibaran bendera Bulan Bintang itu digelar di halaman Masjid Jamik At-Tahrir Kandang, Desa Meunasah Manyang, Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu (4/12/2021). 


Pasukan pengibaran bendera berbaju putih, celana hitam, serta mengenakan selempang garis hitam putih.


Pengibaran bendera diiringi lantunan azan. Upacara tersebut dihadiri sejumlah warga. 


Masyarakat ikut bersikap hormat ketika bendera bulan bintang dikibarkan.


Setelah bendera berada di ujung tiang, salah seorang peserta upacara membacakan amanat dalam bahasa Aceh. 


Pasukan pengibaran bendera kemudian menurunkan bendera sambil diiringi azan.


Sejumlah polisi terlihat berada di luar pekarangan masjid saat upacara berlangsung. 


Upacara tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan dilanjutkan dengan doa bersama di dalam masjid.


"Momen milad GAM ke-45 ini kita sangat semangat terhadap perjuangan yang belum selesai antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka. Ini yang kami harapkan pemerintah Indonesia harus betul-betul komitmen terhadap damai Aceh," kata Ketua Panitia Milad GAM M Yasir Umar.


Yasir berharap pemerintah merealisasikan butir-butir perjanjian damai termasuk qanun dan kewenangan Aceh. 


Dia juga menjelaskan alasan pihaknya mengibarkan bendera Bulan Bintang.


"Sebab, kalau tidak dituntaskan ini terjadi, mungkin hari ini kita lihat sama-sama mungkin inilah kondisi Aceh," ujarnya.


"Ini karena ada komitmen. Mungkin, kalau pusat nggak ada komitmen, nggak kami turunkan lagi. Ini harus ada komitmen kayak mana masalah bendera Aceh, harus ada kesepahaman bersama terhadap kewenangan Aceh," sambung Yasir.


Warga Sempat Halangi Polisi Turunkan Bendera


Polisi sempat mencoba menurunkan bendera bulan bintang yang dikibarkan warga. Namun, upaya polisi itu dicegah massa upacara milad GAM.


"Tadi kita lakukan langkah-langkah persuasif, sudah kita ingatkan, tapi mereka bandel, tetap menaikkan," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto.


Eko menyebut sempat terjadi dorong-dorongan antara polisi dengan massa di lokasi. 


Eko akhirnya memberikan kesempatan kepada warga agar menurunkan sendiri bendera setelah doa.


"Kita coba turunkan, dihalau mereka. Saya dan Dandim tadi sempat dorong-dorongan dengan mereka. Saya kasih waktu sampai doa selesai, terus diturunkan," jelas Eko.


Menurutnya, pengibaran bendera di lokasi tersebut hanya berlangsung beberapa saat. 


Eko menyebut pengibaran bendera Bulan Bintang di Lhokseumawe hanya terjadi di tempat tersebut.


"Di tempat lain tidak ada," ujar Eko.


Polisi Siagakan 2.000 Personel


Polisi menyatakan ada 2.000 personel yang disiagakan untuk pengamanan saat milad GAM. Pengamanan dibantu TNI hingga Satpol PP.


"Kita siapkan 2.000-an personel untuk pengamanan kegiatan masyarakat tanggal 4 Desember di seluruh Aceh, termasuk perbantuan TNI 200 orang dan Satpol PP 80 orang," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Jumat (3/12).


Ada sejumlah lokasi yang bakal dijaga polisi saat milad GAM. Titik yang akan dijaga antara lain kantor Partai Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, kantor Gubernur, pendapa Gubernur, kantor Lembaga Wali Nanggroe, kantor DPR Aceh, serta makam deklarator GAM Hasan Muhammad di Tiro.


"Pak Kapolda sudah menginstruksikan pendekatan yang dilakukan adalah persuasif dan dialogis," ujar Winardy. [Democrazy/dtk]