-->

Breaking

logo

29 Desember 2021

Kodam Sriwijaya Ungkap Cerita di Balik Viral Anggota TNI Tembak Anjing

Kodam Sriwijaya Ungkap Cerita di Balik Viral Anggota TNI Tembak Anjing

Kodam Sriwijaya Ungkap Cerita di Balik Viral Anggota TNI Tembak Anjing

DEMOCRAZY.ID - Oknum anggota TNI menjadi sorotan setelah berpose memegang senapan laras panjang di depan sosok anjing yang diduga mati akibat ditembak. 


Kodam II/Sriwijaya mengungkap dugaan awal terkait foto tersebut.


Kapendam II/Sriwijaya Letkol Jono Marjono mengatakan oknum TNI tersebut telah diperiksa polisi militer. 


Berdasarkan pemeriksaan, anjing yang ditembak oknum TNI tersebut ialah anjing liar.


Dia mengatakan anjing liar tersebut menyebabkan warga ketakutan. 


Oknum TNI itu awalnya hendak memberi bantuan kepada warga karena serangan anjing-anjing liar.


"Berdasarkan laporan, banyak anjing liar dari hutan belakang asrama dan permukiman yang menyebabkan anak kecil ketakutan," kata Letkol Jono saat dimintai konfirmasi, Rabu (29/12/2021).


Selain itu, anjing liar tersebut memangsa ternak yang dimiliki warga. Serangan anjing liar tersebut membuat warga resah.


"Selain itu, ternak warga berupa ayam, bebek, kelinci. Jadi menyebabkan keresahan warga. Jadi awal mulanya begitu," ucapnya.


Letkol Jono juga mengirimkan sebuah video berdurasi 14 detik. 


Di dalam video tersebut, tampak anjing kecil berwarna cokelat itu sedang menggigit unggas yang diduga bebek.


Oknum TNI Diperiksa POM


Oknum TNI tersebut diperiksa polisi militer. Dia mengatakan oknum anggota TNI tersebut diperiksa terkait motif memposting dan diduga menembak anjing.


"Yang bersangkutan, berkaitan dengan viral sudah ditangani Subdenpom II/4-1 Prabumulih. Jadi kita sekarang sedang kumpulkan saksi dan bukti," kata Letkol Jono.


"Yang bersangkutan dipanggil diperiksa dan ditanya soal motif tersebut," imbuhnya.


Diduga oknum tersebut merupakan anggota Batalyon Kavaleri (Yonkav) 5/Dwi Pangga Ceta (DPC) Karang Endah, Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).


Pemeriksaan masih terus dilakukan. Jika nantinya dinyatakan bersalah, oknum anggota TNI tersebut berpotensi dikenai sanksi.


"Kita nanti tindak lanjuti berdasarkan temuannya," ucapnya. [Democrazy/dtk]