-->

Breaking

logo

04 Desember 2021

Kasus Polisi Tembak Dua Warga di Bintaro, Ternyata Ipda OS Dibekali Senjata Terbaru, Ini Jenisnya

Kasus Polisi Tembak Dua Warga di Bintaro, Ternyata Ipda OS Dibekali Senjata Terbaru, Ini Jenisnya

Kasus Polisi Tembak Dua Warga di Bintaro, Ternyata Ipda OS Dibekali Senjata Terbaru, Ini Jenisnya

DEMOCRAZY.ID - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menegaskan, anggota polisi lalu lintas (polantas) memang dibekali senjata api dalam bertugas.


Namun penggunaan senjata api tersebut harus sesuai dengan aturan SOP


“Anggota PJR itu dilengkapi senjata. Tapi penggunaan senjata itu ada tahanpanya. Penggunaan sudah diatur harus sesuai SOP,” kata Zulpan saat dihubungi, Sabtu (4/12/2021).


Zulpan lantas menyebut, penggunaan senpi yang di pakai Ipda OS itu sudah memenuhi tahapan persyaratan.


“Kalau penggunaanya sudah pasti memrnuhi syarat artinya dia (Ipda OS) sudah lulus,” ujarnya.


Selain itu, kata dia, senjata yang digunakan Ipda OS itu merupakan senjata jenis baru yakni jenis HR.


Kendati demikian, Ipda OS sendiri saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh Propam Polri.


“Senjata itu model terbaru yaitu senjata HR. Dan memperolehnya juga harus melalui tahapan tahapan,” ujarnya.


“Tapi masalahnya penggunaan itu di lapangan apakah sudah sesui SOP. Ini masih diperiksa Propam,” ujarnya.


Diketahui, penembakan di exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap. 


Penembakan itu memakan dua korban, salah satunya meninggal dunia.


Kedua korban ialah Poltak Pasaribu (meninggal dunia) dan M Aruan (luka tembak). 


M Aruan saat ini masih dirawat di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.


Insiden penembakan ini diketahui terjadi pada Jumat (26/11) malam. 


Hasil penyelidikan diketahui pelaku adalah anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Ipda OS.


“Bahwa Ipda OS ini adalah anggota Dirlantas Polda Metro. Tepatnya di Sat PJR,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11).


“Kalau korbannya ini apa, ada yang wartawan begitu ya, mengakunya ya,” kata Kabid Humas lagi.


Dari penyelidikan, ada tiga korban bernama Poltak Pasaribu, M. Aruan, dan Parsaoran G. Munthe. 


Dua di antara yang terkena tembakan adalah Poltak Pasaribu dan M. Aruan. Korban bernama Poltak Pasaribu telah meninggal dunia.


Para korban ini diduga merupakan wartawan. Pasalnya pihak kepolisian menemukan Id Card dari korban yang tertembak.


Para korban ini diduga mengikuti Kendaraan Mobil Ertiga Hitam Nopol B 1879 RFJ.


Saat ini, Ipda OS sudah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota PJR Polda Metro Jaay. [Democrazy/pojok]