Kapolda Papua Sebut Jokowi Ingin Bertemu Eks Teroris KKB, Mau Ngapain? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Jumat, 24 Desember 2021

Kapolda Papua Sebut Jokowi Ingin Bertemu Eks Teroris KKB, Mau Ngapain?

Kapolda Papua Sebut Jokowi Ingin Bertemu Eks Teroris KKB, Mau Ngapain?

Kapolda Papua Sebut Jokowi Ingin Bertemu Eks Teroris KKB, Mau Ngapain?

DEMOCRAZY.ID - Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersedia bertemu dengan mantan anggota teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sudah kembali ke pangkuan NKRI. 


Fakhiri mengatakan Jokowi ingin merangkul mereka untuk bersama membangun daerah.


"Memang benar Presiden beberapa waktu lalu menyatakan bersedia menemui mantan KKB yang sudah sadar dan ingin bersama saudaranya membangun daerah," ujar Fakhiri seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/12/2021).


Fakhiri mengungkapkan kualifikasi mantan anggota KKB Papua yang bisa bertemu Jokowi. 


Menurutnya, mereka harus benar-benar tidak mengulangi perbuatannya, yakni melakukan aksi teror.


"Namun mereka atau mantan KKB itu harus benar-benar tidak lagi menebar aksi teror bersenjata," tuturnya.


Selain itu, Fakhiri mengaku telah meminta tokoh agama turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada KKB. 


Dia ingin anggota teroris KKB tidak lagi mengganggu warga dan aparat keamanan.


Alih-alih menebar teror, kata Fakhiri, anggota KKB harus kembali ke pangkuan NKRI dan turut serta secara aktif membangun daerahnya.


"Peran tokoh agama sangat penting karena kelompok yang belum sepaham dengan kita, bila terus didekati, saya yakin suatu saat mereka akan sadar, apalagi Polda Papua membuat terobosan dengan merekrut 2.000 bintara melalui Program Bintara Noken, yang dibiayai melalui Dana Otonomi Khusus," terang Fakhiri.


Saat ini, dari 2.000 calon bintara itu, telah dilantik sebanyak 1.998 orang yang nantinya ditugaskan di daerah asal mereka atau polres di mana mereka mendaftar. 


Untuk dua siswa bintara polisi yang tidak dilantik itu, seorang di antaranya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jambi.


"Kehadiran Bintara Noken diharapkan menjadi jembatan yang akan membuat keluarga mereka yang selama ini masih berseberangan mau kembali ke pangkuan NKRI dan meletakkan senjatanya, sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan," imbuh Fakhiri. [Democrazy/dtk]