-->

Breaking

logo

29 Desember 2021

Kader PDIP Sumut Pindah ke PPP, Alasannya: PDIP Partai Mahal, Kalau Mau Nyaleg Bisa Sampai Rp 1 Miliar

Kader PDIP Sumut Pindah ke PPP, Alasannya: PDIP Partai Mahal, Kalau Mau Nyaleg Bisa Sampai Rp 1 Miliar

Kader PDIP Sumut Pindah ke PPP, Alasannya: PDIP Partai Mahal, Kalau Mau Nyaleg Bisa Sampai Rp 1 Miliar

DEMOCRAZY.ID - Kader PDI Perjuangan di Deliserdang, Sumatera Utara, Amriono memutuskan pindah ke PPP.


Amriono mengatakan keputusannya meninggalkan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu karena didasarkan beberapa hal.


Misalnya adalah ambisinya menjadi anggota DPRD Deliserdang di pemilihan legislatif 2024.


"Hidup ini pilihan menurut saya, dan kita harus menentukan pilihan. Target ku jadi DPRD tahun 2024. Ya, di PPP aku dijamin (bakal dapat nomor urut) sama Misnan karena dia Ketua (DPC PPP Deliserdang). Ya mohon dukungan sajalah," ucap Amriono, Rabu (29/12/2021).


Amriono sudah resmi masuk ke PPP dan diumumkan oleh DPC PPP Deliserdang pada saat digelar kegiatan Ta'aruf (perkenalan) dengan pengurus baru di hotel Wing Kualanamu, Batang Kuis Minggu, (26/12/2021).


Ia mengaku sudah dari tahun 1987 menjadi kader PDI Perjuangan.


Pada saat itu ia pun mengaku masih duduk di bangku SMA.


"Ya, gimana, di PDIP enggak ada lagi porsiku (dirasa bakal enggak dapat nomor urut). Aku sudah jadi anggota biasanya, sementara di PPP aku pasti dapat (nomor urut). Ya begitulah hitung-hitunganku," kata Amriono.


Amriono berpendapat banyak hal lain yang membuatnya kemudian harus pindah.


Disebut PDI Perjuangan adalah partai mahal ketika ada kadernya yang ingin menjadi caleg.


Kader harus menyiapkan modal besar.


Mengenai peluang untuk dapat nomor urut caleg, kata dia, akan berat.


Sebab, Ketua DPC PDI Perjuangan Deliserdang masuk Dapil II Deliserdang, tempat yang diinginkan Amriono.


"PDIP partai mahal, karena 24 ribu ribu (suaranya) kursinya cuma satu. PPP 10 ribu (suaranya) kursinya juga satu. Kalau nyaleg di PDIP rata-rata kawan habisnya bisa sampai Rp 1 miliar, kalau PPP masih bisa 4 sampai 5 ribu suara duduk," ucap Amriono.


Amriono mengaku sudah sangat yakin kalau dirinya tidak akan mendapatkan nomor urut di Dapil II.


Dianggap selain Ketua DPC PDI Perjuangan Deliserdang juga masuk di Dapil II juga ada sosok Agustiawan Saragih yang merupakan petahana.


Selain itu ada juga dua dua nama lain lagi yang memang masuk kepengurusan bakal dapat nomor.


"Ketua PAC saja ada 5, dan belum lagi untuk yang perempuan. Yang pastikan sudah jelas bakal tergusur kalau di situ. Dulu aku yang nulis siapa yang bakal jadi caleg di PDIP. Tapi sekarang ya sudahlah. Di PPP aku dapat jabatan Wakil Ketua Majelis Pakar," sebut Amriono. [Democrazy/trb]