KPUA: Kezaliman Rezim Jokowi Berlanjut 2022! | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Kamis, 30 Desember 2021

KPUA: Kezaliman Rezim Jokowi Berlanjut 2022!

KPUA: Kezaliman Rezim Jokowi Berlanjut 2022!

KPUA: Kezaliman Rezim Jokowi Berlanjut 2022!

DEMOCRAZY.ID - Kezaliman Rezim Joko Widodo (Jokowi)  akan berlanjut 2022. Rezim Jokowi masih memusuhi rakyat dan memerangi para ulamanya, dengan narasi radikalisme. 


“Corak kepemimpinan rezim Jokowi yang represif, akan menambah pekat masalah dan semakin menumpuk di tahun 2022,” kata Ketua Umum Koalisi Persaudaraan dan Advokasi Umat (KPUA) kepada redaksi SuaraNasional, Kamis (29/12/2021).


Kata Khozinudin, program moderasi agama dan perang terhadap radikalisme, akan dilanjutkan sebagai program lanjutan kezaliman rezim Jokowi terhadap umat Islam pada tahun 2022. 


Jadi, jangan heran jika di tahun 2022 nanti bangsa Indonesia tidak pernah sepi dari teriakan radikal radikul. 


“Sayangnya, sejumlah elemen Islam justru membebek kepada rezim. Ada yang membebek teriak radikal radikul. Ada yang kebagian membebek menjadi pengasong moderasi agama,” ungkapnya.


Keadaan ini, akan menjadi ujian kezaliman bagi kelompok Islam yang tidak tunduk pada kehendak rezim. 


Yang tidak moderat akan di teroriskan, yang radikal akan dikambinghitamkan. 


Meskipun jihad dan khilafah adalah ajaran Islam sebagaimana telah dikokohkan oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2021, namun semangat menerangi ajaran Islam dengan tuduhan radikalisme dan memasarkan ide moderasi untuk menjinakkan Islam, akan menjadi menu harian di tahun 2022. 


Jihad dan Khilafah, akan menjadi sasaran kampanye radikalisme rezim, dan sejumlah represi telah dipersiapkan dengan mengaktifasi program RAN PE (Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme). 


“Radikalisme, Ekstremisme adalah bahasa lanjutan dari program War On Terorism yang diadopsi rezim dari barat. Isu ini memiliki irisan kepentingan rezim dengan kepentingan kapitalisme global : menyelamatkan kekuasaan rezim, sekaligus mengamankan ideologi kapitalisme global dari ancaman kebangkitan Islam,” jelasnya.


Khozinudin mengatakan, sikap Islamophobia akan terus dikembangkan hingga menjadi keyakinan, sikap yang anti Islam, baik terhadap dakwah, jihad dan Khilafah akan menjadi bahasan propaganda yang menyesaki sepanjang tahun 2022 melanjutkan program deislamisasi di tahun 2021. 


“Walaupun Umat berulangkali diingatkan bahwa keseluruhan problematika yang mendera bangsa ini disebabkan oleh penerapan sistem sekuler demokrasi. Namun, masalah Qonaah terhadap sistem zalim ini memang butuh kesabaran tinggi untuk menyadarkannya,” pungkasnya. [Democrazy/SuaraNasional]