-->

Breaking

logo

27 Desember 2021

Hampir 2 Tahun Berlalu, KPK Masih Gagal Tangkap Harun Masiku

Hampir 2 Tahun Berlalu, KPK Masih Gagal Tangkap Harun Masiku

Hampir 2 Tahun Berlalu, KPK Masih Gagal Tangkap Harun Masiku

DEMOCRAZY.ID - Masih buronnya Harun Masiku menjadi catatan evaluasi 2 tahun kepemimpinan Firli Bahuri dkk di KPK. 


Hal tersebut disinggung oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia, dan juga Pukat UGM.


"Soal meringkus buronan sudah pasti ada mantan caleg PDIP di situ, Harun Masiku, meski ada beberapa buron lain, tapi ini yang ramai 2 tahun terakhir," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers 'Evaluasi Dua Tahun Kinerja KPK dan Implikasinya Bagi Sektor SDA' secara daring, Senin (27/12).


Harun Masiku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 9 Januari 2020. 


Dia diduga menyuap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan SGD 57.350 atau setara Rp 600 juta.


Suap diberikan agar Wahyu mengupayakan Harun Masiku sebagai anggota DPR F-PDIP menggantikan Riezky Aprilia melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).


Harun merupakan satu-satunya tersangka dalam kasus ini yang belum ditangkap dan disidangkan. 


Tersangka lainnya di kasus ini yakni Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri, dan eks caleg PDIP Agustiani Tio Fridellina sudah disidang dan perkaranya inkrah.


Ketika OTT pada 8 Januari 2020, KPK gagal meringkus Harun Masiku. Meski kemudian dia menjadi tersangka, keberadaannya tetap tidak ditemukan.


Harun Masiku menjadi buronan KPK sejak 17 Januari 2020. Ia pun masuk Red Notice per Agustus 2021. 


Polemik semakin rumit ketika penyidik yang menangani kasus Harun Masiku dan penyelidik yang memburu Harun Masiku dipecat KPK karena TWK.


Hingga saat ini, Harun Masiku belum juga bisa ditemukan batang hidungnya oleh KPK. 


Kurnia pun menduga bahwa pencarian sosok Harun Masiku ini masih akan berjalan sangat panjang.


"KPK tak mampu atau entah tak mampu atau tak mau menjangkau Harun Masiku dan kejanggalan ini sudah kami lihat sejak awal, ketika KPK akan menangkap sejumlah orang di PTIK tidak adanya pengawalan dari pimpinan KPK, kemudian tidak ada penggeledahan di kantor DPP PDIP, hingga tim yang mencari Harun Masiku ini diberhentikan oleh pimpinan KPK," ucap Kurnia.


"Jadi, prediksi kami, kalau kami lihat sudah di atas 700 hari KPK gagal menangkap Harun Masiku, kami yakin ini akan sangat panjang, dan KPK akan disibukkan dengan klarifikasi. Karena pandemi lah dan sebagainya sehingga sulit menangkap Harun Masiku. Jadi bagi kami Harun ini bukan tidak mampu, tetapi tidak mau diringkus oleh KPK," pungkas Kurnia. [Democrazy/kmpr]