-->

Breaking

logo

23 Desember 2021

Giring Dikritik soal 'Pembohong Pecatan Jokowi', PSI: Kami Ingin Menyelamatkan Indonesia!

Giring Dikritik soal 'Pembohong Pecatan Jokowi', PSI: Kami Ingin Menyelamatkan Indonesia!

Giring Dikritik soal 'Pembohong Pecatan Jokowi', PSI: Kami Ingin Menyelamatkan Indonesia!

DEMOCRAZY.ID - Sejumlah partai mengkritik pernyataan Ketum PSI, Giring Ganesha, yang menolak Indonesia dipimpin pembohong pecatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 


PSI tak ambil pusing kritik dari sejumlah partai usai pernyataan Giring Ganesha,


"Untuk pandangan partai-partai tersebut, silakan saja. Kebebasan berpendapat kita sama-sama hargai," kata jubir PSI, Ariyo Bimmo kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).


"Sikap dan pandangan PSI bukan untuk membunuh karakter pihak tertentu, tapi untuk menyelamatkan Indonesia. PSI berucap berdasarkan DNA-nya (antikorupsi dan antiintoleransi)," ujarnya.


Partai yang mengkritik pernyataan Giring Ganesha seperti PKS, Partai Gerindra, dan Partai NasDem. 


Partai tersebut meminta Giring dewasa hingga tak membunuh karakter pihak tertentu.


"Kami tidak tahu dasarnya partai-partai tersebut mengkritik Giring dan kami tidak ambil pusing," ujar Ariyo.


Ariyo tak menyampaikan secara terang siapa sosok pembohong pecatan Jokowi yang disebut Giring. 


Ariyo menilai biarkan warga yang menentukan sosok pembohong pecatan Jokowi tersebut.


"Giring menyampaikan indikator calon pemimpin yang jangan dipilih untuk kontestansi 2024. Ketika indikator tersebut diamini, biarkan pemilih yang menentukan tentang siapa orangnya," imbuhnya.


Giring Ganesha sebelumnya membuka acara puncak HUT ke-7 partainya. Dalam sambutannya, Giring menyinggung sosok yang tidak layak menggantikan Presiden Jokowi nanti.


"Kemajuan akan terancam jika kelak yang menggantikan Pak Jokowi adalah sosok yang punya rekam jejak menggunakan isu SARA dan menghalalkan segala cara untuk menang dalam pilkada," kata Giring, dalam sambutannya yang digelar secara virtual, Rabu (22/12).


Giring menyebut Indonesia akan menjadi suram jika dipimpin oleh seorang pembohong. 


Dia memberikan clue orang yang dimaksud itu, yakni seseorang yang digantikan dalam kabinet Jokowi.


"Indonesia akan suram jika yang terpilih kelak adalah seorang pembohong dan juga pernah dipecat oleh Pak Jokowi karena tidak becus bekerja," ujarnya. [Democrazy/dtk]