DPR Bangun Patung Garuda di Kompleks Parlemen, Habis Berapa Duit? | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Senin, 13 Desember 2021

DPR Bangun Patung Garuda di Kompleks Parlemen, Habis Berapa Duit?

DPR Bangun Patung Garuda di Kompleks Parlemen, Habis Berapa Duit?

DPR Bangun Patung Garuda di Kompleks Parlemen, Habis Berapa Duit?

DEMOCRAZY.ID - Kesetjenan DPR RI membangun patung Garuda Pancasila di taman belakang Kompleks Parlemen. 


Berapa biaya yang dihabiskan untuk membangun patung Garuda Pancasila tersebut?


Patung Garuda Pancasila itu berdiri tepat di taman belakang Kompleks Parlemen. 


Posisinya berada di taman selatan Kompleks MPR/DPR seperti dilihat, Senin (13/12/2021).


Jika masuk kompleks gedung MPR/DPR lewat Jalan Gelora, patung Garuda Pancasila itu akan terlihat jelas. 


Patung dengan tinggi sekitar 2 meter tersebut masih dibalut kain putih.


Bagian bawah patung itu dilandasi beton berundak 1 meter. 


Terlihat sejumlah pekerja bangunan masih sibuk bekerja di sekitar patung tersebut.


Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan pembangunan Patung Garuda itu bagian dari Revitalisasi Taman Selatan DPR RI. Taman akan digunakan untuk kegiatan olahraga.


"Kami sedang merapikan manajemen mekanisme tamu dan pengunjung di gerbang selatan ke Kompleks Parlemen sekaligus merevitalisasi taman agar bisa digunakan untuk olahraga. Di taman tersebut kami pasang burung garuda sebagai simbol kebhinnekaan bangsa," kata Indra.


Indra tak hafal besar biaya anggaran pembangunan patung Garuda Pancasila tersebut dan meminta ditanyakan ke biro yang mengurusi. 


Indra menjelaskan alasan mereka membangun patung Garuda Pancasila.


"Itu ornamen taman, pertimbangan kami yang paling cocok untuk Kompleks Parlemen itu burung garuda karena itu kan simbol bangsa," ujar Indra.


Pembangunan patung Garuda Pancasila itu masuk dalam anggaran DPR tahun ini. 


Rencananya patung Garuda Pancasila dan taman itu kan diresmikan pimpinan DPR RI.


"Sedang dirampungkan finishing-nya setelah itu akan dilaporkan ke pimpinan Dewan," imbuhnya. [Democrazy/detik]