-->

Breaking

logo

Sabtu, 04 Desember 2021

Berpotensi Masuk Kabinet, 3 Posisi Ini Dinilai Cocok untuk Hadi Tjahjanto

Berpotensi Masuk Kabinet, 3 Posisi Ini Dinilai Cocok untuk Hadi Tjahjanto

Berpotensi Masuk Kabinet, 3 Posisi Ini Dinilai Cocok untuk Hadi Tjahjanto

DEMOCRAZY.ID - Isu Reshuffle Kabinet Indonesia Maju semakin kencang berembus dan disebut akan terjadi dalam waktu dekat. 


Salah satu nama yang disebut-sebut bakal masuk ke kabinet ialah Mantan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.


Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyampaikan prediksinya bahwa Hadi Tjahjanto bakal menjadi menteri baru di kabinet Presiden Joko Widodo.


Trubus bahkan secara spesifik menyebut pos kementerian apa yang akan diisi oleh Hadi Tjahjanto. 


Ia menilai mantan Panglima TNI itu akan menggantikan Budi karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan.


"Hadi Tjahjanto, ya, cocok jadi Menteri Perhubungan, kan, bisa," ujar Trubus.


Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Andalas Asrinaldi justru menyoroti adanya batu sandungan bagi Hadi Tjahjanto untuk menjadi menteri.


"Persoalannya apakah Hadi Tjahjanto didukung oleh partai koalisi atau tidak, ini masalahnya," jelas Asrinaldi.


Terkait komposisi parpol koalisi di dalam kabinet Jokowi, Asrinaldi menyebut masuknya Hadi Tjahjanto akan membuat perubahan. 


Namun hal itu tidak menjadi masalah apabila Hadi didukung oleh koalisi.


Asrinaldi lantas membeberkan posisi strategis yang bisa dijabat Mantan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. 


Ia menilai Hadi memiliki potensi untuk menjadi Menteri Pertahanan atau Menteri Dalam Negeri.


"Saya pikir Menteri Pertahanan atau Menteri Dalam Negeri, karena beliau memiliki kapasitas di bidang itu," tutur Asrinaldi.


Nama lain yang juga disebut berpeluang masuk ke kabinet adalah Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.


Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas memberikan pandangannya soal peluang Ahok dan tokoh lain untuk masuk ke kabinet.


Di sisa jabatannya, Presiden Jokowi diharapkan mampu memilih sosok yang benar-benar memiliki kinerja baik untuk membantunya di pemerintahan, bukan hanya berdasarkan sisi kedekatan saja.


"Presiden Jokowi dapat mempertimbangkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang bisa bekerja dan mampu maksimal untuk 3 tahun ke depan," katanya.


Soal posisi atau kementerian apa yang cocok dipegang oleh Ahok, Fernando mengatakan Jokowi lebih paham tentang hal itu.


Jokowi dan Ahok memang pernah menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, sehingga pola kerja satu sama lain sudah saling tahu. 


Dengan demikian, Fernando mengatakan Ahok layak dipanggil Jokowi untuk menjadi menteri. [Democrazy/sra]