-->

Breaking

logo

23 Desember 2021

Bahar bin Smith Peringatkan Jangan Pernah Ganggu 3 Orang Ini, Bahaya Menanti

Bahar bin Smith Peringatkan Jangan Pernah Ganggu 3 Orang Ini, Bahaya Menanti

Bahar bin Smith Peringatkan Jangan Pernah Ganggu 3 Orang Ini, Bahaya Menanti

DEMOCRAZY.ID - Habib Bahar bin Smith kembali mengungkit kasus pemukulan driver taksi online yang menyebabkan dirinya divonis 3 bulan penjara.


Habib Bahar bin Smith mengaku memukul driver taksi online bernama Andriansyah karena dia menggoda istrinya.


“Karena dia godain saya punya istri,” ucap Bahar bin Smith saat berbincang dengan Karni Ilyas yang disiarkan di kanal YouTube Karni Ilyas Club berjudul “Bahar bin Smith ‘Saya Tidak Takut Seribu Laporan Pun Saya Hadapi” pada Kamis (23/12).


Bahar menegaskan ada tiga orang dalam hidupnya yang tidak boleh diganggu oleh orang lain.


“Kami ini orang Sulawesi Bang Karni, tiga perkara jangan pernah ganggu gugat. Masalah istri, ibu sama adik perempuan/saudara perempuan,” tegas Bahar.


Menurut Bahar, jika ada yang mengganggu ketiga orang tersebut, maka nasibnya akan sama dengan driver taksi online, Andriansyah.


“Karena bagi kami perempuan itu kami muliakan. Kami taro di atas kepala. Kalau ini udah diutik, seperti itulah kejadiannya (pemukulan driver taksi online), seperti kasus kemarin,” tegas Bahar.


Gara-gara kasus tersebut, Bahar bin Smith divonis tiga bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung pada Juni 2021.


Ia dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang melanggar pasal 351 ayat 1 KUHPidana tentang penganiayaan.


Kasus tersebut terjadi pada tahun 2018 lalu. Kejadian bermula saat korban dihubungi oleh istri Bahar, Jihana, untuk mengantar ke Pasar Asemka, Jakarta Barat pada tanggal 4 September 2018 sekitar pukul 11.30 WIB.


Korban menjemput Jihana di kediamannya. Jihana selesai belanja sekitar pukul 15.30 WIB. Korban lalu mengantar Jihana kembali ke kediamannya.


Namun di perjalanan, mereka terjebak macet sehingga Jihana mengajak korban untuk makan dulu di sekitar Jalan Mangga Besar.


Sekitar 20.00 WIB, perjalanan kembali dilanjutkan menuju ke kediaman Jihana.


Setibanya di rumah sekitar pukul 23.00 WIB, Bahar telah menanti di depan pintu rumah. 


Saat itu, korban sempat mendengar adanya perselisihan antara Habib Bahar dan istrinya.


Tak lama, Habib Bahar kemudian mendatangi korban dan masuk ke dalam mobil meminta untuk diantarkan ke depan kompleks.


Di dalam mobil, Habib Bahar tiba-tiba bertanya kepada korban, apakah dirinya mengenali atau tidak. 


Korban pun mengakui tidak mengenali Habib Bahar yang dibalas pukulan tangan hingga korban ke luar mobil.  [Democrazy/pojok]