Anak Buah Anies Baswedan Sebut Ada Keterlibatan Jokowi dan Ahok Soal Sumur Resapan yang 'Digoreng' Buzzer | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Minggu, 05 Desember 2021

Anak Buah Anies Baswedan Sebut Ada Keterlibatan Jokowi dan Ahok Soal Sumur Resapan yang 'Digoreng' Buzzer

Anak Buah Anies Baswedan Sebut Ada Keterlibatan Jokowi dan Ahok Soal Sumur Resapan yang 'Digoreng' Buzzer

Anak Buah Anies Baswedan Sebut Ada Keterlibatan Jokowi dan Ahok Soal Sumur Resapan yang 'Digoreng' Buzzer


DEMOCRAZY.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terus diserang buzzer di media sosial gara-gara program pembuatan sumur resapan.


Tahu sang bos jadi bahan bully di media sosial, Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta, Tatak Ujiyati mengatakan soal program sumur resapan ada keterlibatan gubernur sebeumnya, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.


Anak buah Anies Baswedan ini mengatakan jika, sumur resapan yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI untuk antisipasi banjir dan genangan adalah melanjutkan program Jokowi dan Ahok.


Klaim Tatak ini sebagai upaya untuk menjelaskan jika proyek tersebut tidak pernah dipermasalahkan saat Jokowi dan Ahok, akan tetapi di saat Anies yang menjalankan malah menjadi "gorengan" buzzer.


Dia seperti keheranan ketika Anies Baswedan jadi target serangan buzzer terkait upaya pencegahan banjir di Jakarta.


Tatak mengakui, program sumur resapan digencarkan Anies yang berupaya menangani banji Jakarta.


“Sumur resapan yang kini masif dibangun di Jakarta di zaman Anies, sebenarnya meneruskan program Pemprov DKI pada masa Pak Jokowi. Dulu tak dipermasalahkan, kenapa sekarang jadi soal?,” kata Tatak Ujiyati dikutip akun Twitter-nya pada Sabtu 4 Desember 2021.


Dia bahkan menyebut jika jumlah sumur resapan yang dibuat Anies Baswedan hanya 2 persen, atau sekira 500 sumur.


Jumlah itu jauh lebih banyak dari 21.000 sumur resapan yang sudah ada dan terbangung.


Anies membuat 500 sumur resapan di jalan-jalan utama yang biasa digenangi air saat hujan.


“Sebenarnya sumur resapan yang dibangun di jalan tidak banyak, hanya 2% atau 500 dr 21.000 SR terbangun. Utamanya dibangun di jalan-jalan yang biasanya langganan genangan,” katanya menjelaskan.


Terkait sumur resapan yang katanya kini malah ditutup aspal, Tatak mengatakan hal itu tidak benar.


Seperti diketahui kini ramai "gorengan" buzzer jika sumur resapan malah ditutup aspal.


“Katanya, Sumur Resapan yg baru dibuat di jalan kok ditutup aspal. Ternyata, lubangnya masih ada dan tidak ditutup,” ucapnya.


Faktanya kata dia, lubang-lubang sumur resapan masih memiliki lubang-lubang yang bisa meyerap air meski sudah diaspal.


“Faktanya, lubang-lubang SR tetap ada di jalan beraspal tempat masuk air," katanya.


"Jalan kembali diaspal memperbaiki yang rusak dan menghindari kecelakaan. Win win solution. SR tetap berfungsi jalan jg tetap aman,” kata dia menjelaskan. [Democrazy/pkry]