Abdul Mu’ti Sebut NU Sudah Terpengaruh Muhammadiyah, Ini Alasannya | DEMOCRAZY News | Indonesian Political News -->

Breaking

logo

Sabtu, 25 Desember 2021

Abdul Mu’ti Sebut NU Sudah Terpengaruh Muhammadiyah, Ini Alasannya

Abdul Mu’ti Sebut NU Sudah Terpengaruh Muhammadiyah, Ini Alasannya

Abdul Mu’ti Sebut NU Sudah Terpengaruh Muhammadiyah, Ini Alasannya

DEMOCRAZY.ID - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengucapkan selamat atas terpilihnya KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Periode 2021-2026.


Mu’ti mendoakan agar keduanya diberikan kekuatan dan hidayah Allah dalam mengemban amanat jamaah dan Jamiyah NU.


“Selamat atas terpilihnya KH. Miftakhul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH. Yahya Cholil Tsaquf sebagai Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Semoga diberikan kekuatan dan hidayah Allah dalam mengemban amanat jamaah dan Jamiyah NU,” tulis Mu’ti melalui akun twitternya, Jumat, 24 Desember 2021.



Mu’ti diketahui merupakan salah satu tokoh ormas Islam yang hadir secara langsung dalam pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di di Ponpes Darussa’adah, Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Rabu, 22 Desember 2021 lalu. 


Melalui akun twitternya ia memamerkan foto-foto kehadirannya di arena Muktamar NU tersebut.


Karena diketahui Mu’ti hadir dalam pembukaan Muktamar, sebuah akun ‘menantang’ Mu’ti untuk mengeluarkan joke terbaru terkait muktamar tersebut.


“Rupanya NU sudah mulai terpengaruh Muhammadiyah,” kata Mu’ti menjawab tantangan akun NU Garis Lucu @NUgarislucu.


“Saat Pembukaan Muktamar ke-34 NU, pidato dan sambutan tidak ada yang lucu. Serius semua! Tidak ada yg merokok di arena mulai dari pra-acara sampai selesai seluruh rangkaian Pembukaan,” ujarnya.



Sebelumnya Mu’ti mengatakan bila pelaksanaan Muktamar NU sangat tertib dan penuh kesederhanaan.


“Alhamdulillah saya hadir langsung di pembukaan dan tempat pelaksanaan Muktamar NU. Saya melihat suasana di arena Muktamar sangat tertib dan penuh kesederhanaan,” ujar Mu’ti.


Nuansa kesederhanaan dan ketertiban ini menurutnya mencerminkan karakter santri dan budaya pesantren. 


Selain itu juga menunjukkan kepedulian NU terhadap situasi bangsa Indonesia yang masih berada dalam situasi keprihatinan karena pandemi COVID-19. [Democrazy/sid]