Wartawan Senior Bongkar Dugaan Berbagai 'Skandal Bisnis' Kakak Erick Thohir dengan Pemerintah | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 23 November 2021

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Berbagai 'Skandal Bisnis' Kakak Erick Thohir dengan Pemerintah

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Berbagai 'Skandal Bisnis' Kakak Erick Thohir dengan Pemerintah

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Berbagai 'Skandal Bisnis' Kakak Erick Thohir dengan Pemerintah

DEMOCRAZY.ID - Kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir, Garibaldi (Boy) Thohir diduga mempunyai skandal bisnis dengan pemerintah.


“Kita bicara skandal salam 5,6 triliun Prakerja, di situ ada Gojek-Tokopedia (GoTo) sebagai salah satu platform digital yang kecipratan dana pelatihan peserta. Boy adalah Komisaris sekaligus pemegang saham GoTo,” kata wartawan senior Agustinus Edy Kristanto di akun Facebook-nya, Selasa (23/11/2021).


Agustinus mengatakan, UU Cipta Kerja,  ada Adaro yang kecipratan perpanjangan izin dan jalan mulus memasok batubara bagi perusahaan BUMN listrik. 


“Boy adalah pengurus dan pemegang saham Adaro,” ungkapnya.


Pupuk Indonesia, ada dugaan skandal penghapusan piutang PT Panca Amara Utama (PAU) yang nilainya Rp1,3 triliun dalam proyek bersama PT Rekayasa Industri. 


Boy adalah Komisaris Utama PAU sekaligus pengurus dan pemegang saham PT Surya Esa Perkasa (ESSA)—pengendali PAU. 


“PCR, ada Yayasan Adaro yang memegang saham PT GSI, sebagai penyedia jasa PCR,” ungkapnya.


Dugaan skandal Boy Thohir, kata Agustinus, mobil listrik dan energi bersih, ada kolaborasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang dimiliki Menko Marives LBP dan GoTo dengan Electrumnya. 


Ditambah lagi Medco Energi (MEDC) (usahanya Arifin Panigoro) yang sedang menjajaki masuk ke proyek energi terbarukan bersama PLN. 


“Mobil listrik pun, listriknya dari mana? Apakah membutuhkan batubara juga? Bisnis lagi,” jelasnya.


Teknologi digital, ada Telkomsel (anak BUMN Telkom) yang menyuntik GoTo Rp6,7 triliun lebih dan sekarang mau IPO dengan gembar-gembor valuasi Rp500-an triliun.


“Beberapa yang saya dengar juga mereka ada dalam proyek Mandalika, kereta cepat, ibu kota baru, pembangkit listrik Muriah, hingga lobi investor Timur Tengah untuk ‘memanfaatkan’ dana di Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebesar Rp75 triliun dari APBN,” ungkapnya.


Ia mengatakan, Jokowi membuka jalan bagi orkestrasi pejabat-pebisnis dalam kabinetnya. 


“Apa yang selama ini saya tulis menunjukkan kecenderungan itu. Kecenderungan nepotisme yang sekental susu kental manis,” papar Agustinus.


Bantahan


Sedangkan orang dekat Erick Thohir, Razikin membantah semua tuduhan terhadap Menteri BUMN itu.


Kata Razikin, sejak dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai anggota Kabinet Indonesia Maju, Erick kerap mendapatkan fitnah yang berbau hoaks.


“Erick Thohir terus meningkatkan kinerjanya dalam membantu Presiden untuk menata BUMN, dan kelihatannya sudah kenyang dengan fitnah. Namun, ruang percakapan publik harus dirawat. 


Erick Thohir meski lahir sebagai seorang pengusaha, namun beliau tampil sebagai seorang yang sangat demokratis,” ujar Razikin melalui keterangannya kepada redaksi SuaraNasional, Rabu (3/10/2021)


Ketimbang menanggapi fitnah, ia mendorong Erick fokus dengan kinerjanya meningkatkan performa BUMN.  


Pasalnya, ia memprediksi kritikan dan serangan terhadap Erick akan terus ada hingga Pemilu 2024. 


“Pada titik itu, saya meyakini Erick Thohir memperhatikan semua kritikan dari berbagai pihak dan kritikan itu akan menjadikannya terus meningkatkan kinerjanya dalam membantu Presiden,” ujar Razikin


Ia menambahkan, Erick Thohir telah melalukan berbagai gebrakan merestrukturisasi BUMN dengan semangat amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif.  


“Kalau kita mau objektif, di era kepemimpinan Pak Erick Thohir bank syariah terbesar di dunia ada di Indonesia, menggabungkan 3 bank syari’ah yakni Bank Mandiri Syari’ah, BNI Syari’ah dan BRI Syari’ah itu bukan perkara mudah,” ujar Razikin. [Democrazy/SuaraNasional] - {link}