Wapres Ma'ruf Amin Dianggap Patung Istana, Jubir: Beliau Itu Sudah Jungkir Balik ke Sana Kemari | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 10 November 2021

Wapres Ma'ruf Amin Dianggap Patung Istana, Jubir: Beliau Itu Sudah Jungkir Balik ke Sana Kemari

Wapres Ma'ruf Amin Dianggap Patung Istana, Jubir: Beliau Itu Sudah Jungkir Balik ke Sana Kemari

Wapres Ma'ruf Amin Dianggap Patung Istana, Jubir: Beliau Itu Sudah Jungkir Balik ke Sana Kemari

DEMOCRAZY.ID - Juru Bicara Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi menegaskan selama ini orang nomor dua di Indonesia itu sudah banyak bekerja bagi negara dan masyarakat selama menjabat sejak 2019 silam.


Hal itu ia sampaikan merespons kritik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman terkait unggahan di akun Instagram @bemkmunmul yang menulis "Kaltim Berduka - Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda" dan disertakan foto Ma'ruf Amin.


"Apa yg diomongkan tak berdasarkan kenyataan. Wapres sudah jungkir balik ke sana kemari," kata Masduki, Rabu (10/11).


Masduki menegaskan apa yang dilakukan Wapres selama ini tak seperti yang dikatakan oleh postingan BEM KM Unmul tersebut.


Ia mencontohkan bahwa belakangan ini Wapres sudah menggelar kunjungan kerja ke wilayah Indonesia bagian timur. 


Kunjungan itu, kata dia, sebagai upaya menyejahterakan masyarakat yang masih banyak mengalami kemiskinan.


Masduki tak mempersoalkan bila kritik yang dilontarkan kepada Wapres mendekati kebenaran. 


Namun, bukan sebaliknya kritik yang dilontarkan tersebut tak sesuai kenyataan saat ini.


"Wapres ke Papua ke Maluku, NTT ke berbagai tempat lah. Kenyataannya kan tak seperti yang dikatakan [BEM Unmul] itu, jauh panggang dari api. Jadi kritik itu bukan kritik yang pas gitu," ujarnya.


Terkait pemanggilan Presiden BEM Unmul oleh polisi, dan langkah yang dilakukan rektorat kepada organisasi mahasiswa itu, Masduki menegaskan Wapres Ma'ruf tak berada dalam posisi harus menanggapi langkah penegak hukum maupun pihak kampus itu.


Sebelumnya, akun Instagram BEM Unmul @bemkmunmul yang mengkritik Ma'ruf Amin. 


Dalam unggahan itu, mahasiswa menulis "Kaltim Berduka - Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda" dan disertakan foto Ma'ruf Amin.


Poster itu diunggah saat wakil presiden itu berkunjung ke Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa 2 November 2021 lalu.


Alhasil, Presiden BEM KM Unmul, Abdul Muhammad Rachim lantas dipanggil polisi. Ia diperiksa atas dugaan pencemaran nama baik.


Abdul menyayangkan pemanggilan itu karena postingan BEM Unmul tak ada unsur penghinaan. 


Ia mengaku ada sebagian publik menilai postingan itu tidak beretika dan beradab atas diksi yang dipilih. 


Namun, postingan itu murni bentuk terhadap kinerja Ma'ruf Amin selama ini. [Democrazy/cnn]