Ungkap Alasan Masuk Agama Islam, Penyanyi Tere: Siapa Sebenarnya Yesus Itu? | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 09 November 2021

Ungkap Alasan Masuk Agama Islam, Penyanyi Tere: Siapa Sebenarnya Yesus Itu?

Ungkap Alasan Masuk Agama Islam, Penyanyi Tere: Siapa Sebenarnya Yesus Itu?
Ungkap Alasan Masuk Agama Islam, Penyanyi Tere: Siapa Sebenarnya Yesus Itu?

DEMOCRAZY.ID - Penyanyi Tere yang kini mengubah nama menjadi Annisa Theresia Ebenna Ezeria menceritakan perjalanan pindah agama dari Kristen ke Islam. 


Semua itu berawal ketika Tere aktif berdiskusi tentang banyak hal saat menjadi mahasiswa.


Salah satunya, penyanyi yang hits era 2000-an itu membahas tentang Yesus yang ia yakini sebagai Tuhan saat masih menjadi seorang Nasrani. 


Namun ketika mempelajari Al Quran, Tere merasa ditarik dari ruang gelap menuju cahaya terang. Kenapa? Simak ulasan berikut.


Penyanyi Tere Agama


Saat itu, Tere membahas terkait siapa sebenarnya Yesus itu dengan sang teman. Awalnya, Tere dan temannya berdiskusi terkait siapa yang menciptakan alam semesta ini. Sebagai seorang Nasrani saat itu, Tere mengacu pada Alkitab.


“Menjadi membahas ‘siapa sebenarnya Yesus itu?’ Karena saya juga merasa punya obligasi karena memang cukup aktif di kegiatan kepemudaan saat itu sebagai seorang Nasrani pasti punya semacam tanggung jawab sosial untuk menyampaikan kabar gembira bagi domba-domba yang hilang,” kata penyanyi Tere melansir YouTube Ngaji Cerdas pada Selasa (9/11/21).


Menurut Tere, keluarga temannya menganut agama yang beragam. 


Neneknya merupakan seorang mualaf, ada juga anggota keluarga temannya yang lain memeluk agama Kristen. 


Dari pembahasan itu, penyanyi 42 tahun tersebut berpikir bahwa ia mungkin bisa membuat temannya kembali menjadi seorang Nasrani.


“Jadi dari situ saya terpikir ini adalah jalan untuk saya menyampaikan kebenaran supaya teman saya kembali ke jalan salib yang dulu saya yakini. Justru dari situ lah pembahasan, Allah izinkan terbuka,” tuturnya.


Namun, Tere merasa bingung ketika teman Muslim nya mengaku percaya dengan Yesus. 


Kata teman Tere, ia mengenal Yesus sebagai Nabi Isa AS, yakni seorang nabi. Baginya, Tuhan hanya satu, yaitu Allah.


“Teman saya bilang ‘ya Yesus kita percaya juga’, saya kaget ‘hah kok bisa?’, ‘kan Nabi Muhammad’ ‘iya itu nabi terakhir sebelum Nabi Muhammad ada Yesus, kami mengenalnya dengan Nabi Isa AS’. Nambah kaget saya ‘ada hubungannya gitu? Kok bisa?’ ‘ya bisa kan nabi banyak, kalau Tuhan cuman satu, Allah’,” ujarnya.


Tere Pindah Agama


Dari situ, Tere semakin penasaran namun tidak melanjutkan pembahasan dengan temannya karena dinilai sangat sensitif. Ia akhirnya mencari tahu sendiri bagaimana isi Al Quran.


“Kalau bible waktu itu adalah kitab yang saya yakini sebagai kebenaran, saya mulai penasaran dengan Quran yang merupakan kitab sucinya Muslim. Akhirnya dengan penasaran, saya buka, saya cari indikator yang ngebahas Yesus alias Nabi Isa AS,” ungkap Tere.


Artis yang dulu bernama lengkap Theresia Ebenna Ezeria Pardede tersebut mempelajari banyak surat dalam Al Quran hingga ia membaca surat An Nisa Ayat 157-158 tentang Nabi Isa AS.


“Dari ayat-ayat tentang Nabi Isa, Allah izinkan saya temukan kebenaran. Sampai akhirnya saya waktu itu ketemu Surat An Nisa ayat 157 dan 158, yang merupakan dalil yang menjelaskan dari perspektif Islam bahwa Nabi Isa AS bukanlah orang yang disalibkan, tapi Allah angkat beliau langsung ke langit sebagai bentuk kasih sayang dan karunianya kepada Nabi Isa AS untuk diselamatkan,” ucapnya.


Baru lah ketika memahami isi surat An Nisa Ayat 171, penyanyi Tere merasa ditarik ke cahaya terang dan memutuskan untuk pindah agama. Pelantun Awal Yang Indah itu memeluk agama Islam pada 2 September 2000.


“Dan di ayat 171 dari Surat An Nisa, adalah sebuah surat yang kalau saya bilang itu surat cinta Allah buat saya. Yang isinya kurang lebih Bismillahirrohmanirrohim, wahai ahli kitab janganlah engkau berlebih-lebihan dalam agamamu, karena sesungguhnya Nabi Isa, putra Maryam itu adalah seorang rasul yang diperkuat dengan Ruhul Qudus. Jadi jangan katakan Tuhan itu tiga. Dari situ saya seperti ditarik dari ruang gelap yang hampa menuju cahaya terang,” pungkas Tere. [Democrazy/hops]